Jumat, 22 April 2011

JAGA SILATURAHMI WALAU LEWAT TELPON


"Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim)

--- ------ ---

Ini nih rasanya yang agak sulit dilakukan belakangan ini...menjaga silaturahmi..terutama dengan orang tua.


Kapan terakhirkali aku ketemu masa mama?
mungkin sekitar 3 bulan yang lalu....
kapan terakhir ketemu sama mertua?
kira2 dua bulan yang lalu..entahlah aku pun lupa..
Aku bisa ketemu sama mereka itu pun karena mereka yang mau repot-repot berkunjung kesini. Padahal sudah seharusnya sebagai anak, aku dan Daddy yang mendatangi mereka.....


Aku memang kadang terlalu cuek, bahkan menelpon pun jarang sekali. Baru belakangan ini aku menyadarinya. Tadinya ku pikir aku ingin menjadi sangat mandiri tak merepotkan, tak manja, tak merengek-rengek sama mama soal ini itu...tapi jadinya aku malah terlalu jauh dengan mereka..entahlah...kuharap dunia tidak terlalu lama memalingkanku dari kewajibanku untuk menjalin silaturahmi dengan orang tuaku, baik dengan mertua maupun dengan ibu bapakku...

Mamaku tinggal di Sukabumi, mertuaku di Karawang..aku sendiri di Bandung..tapi tidak seharusnya jarak dijadikan alasan untuk tidak peduli. Setidaknya menyapa lewat telpon...menanyakan kabar atau apapun yang akan membuat kasih sayang antara aku sebagai anak dan orang tua terus terjaga. Alhmdullilah sekarang aku mulai menyadarinya...dan bertekad untuk berubah...

Sebenarnya mamaku tidak terlalu crewet kalau aku lupa menelpon atau pun jarang mudik, tapi mertuaku sebaliknya. Ibu mertuaku suka ngomel-ngomel kalo aku lupa menelpon. Tapi memang, mertuaku jauh lebih perhatian soal ini itu...

Betapapun rumitnya hubunganku dengan ibu mertuaku, tapi banyak sekali hal yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikiranku.


Dulu ketika aku masih tinggal dengan mereka, pagi2 ibu mertuaku yang menyiapkan sarapan untukku. Saat aku melahirkan, cuma ibu mertuaku dan Daddy yang menungguiku, bahkan mamaku sendiri tak tau kalo aku sedang di Rumah sakit. Ibu mertuaku juga yang menyuapiku saat aku masih terbaring lemah, menucucikan darah nifasku, memakaikan pakaian ku dan yang menungguiku tidur sampai 40 hari pasca persalilanku...

Luar biasa... padahal semua itu dulu tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena kehadiranku di tengah keluarga Daddy, bukanlah seseorang yang diharapkan...tapi begitulah Alloh mengaturnya. Karena hanya Dia yang membolak balikan hati hamba-Nya. Tak ada yang
tak mungkin dengan kekuatan doa..

Lalu bagaimana dengan ibuku? sepertinya tak perlu diungkapkan lagi bagaimana peranan seorang ibu...tak aka ada pernah ada ruang yang cukup untuk menuliskannya...
Tapi apa balasanku, sebagai anaknya...? jangankan berkunjung, menelpon pun enggan rasanya....

Pokoknya mulai sekarang, harus berubah...harus bisa menjaga silaturahmi dengan mereka. Karena tak pernah ada yang tau kapan maut memisahkan...mungkin besok, mungkin lusa...selagi masih ada kesempatan...segera bergegas meminta maaf, atas segala khilaf...dan kembali merajut tali silaturahmi yang sempat renggang karena sibuknya mengejar dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar