Minggu, 15 Mei 2011

Faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah


... Arab yang berakidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan bermadzhab Syafi’i ke wilayah Sumatera ... Shaleh merupakan kerajaan yang menganut fahamAswaja dan menganut madzhab Syafi’i. Bahkan menurut ... Perkembangan Islam yang berhaluanAswaja bertambah pesat ketika generasi penerus Walisongo ... Islam Iainnya yang bertentangan dengan faham Aswaja yang dianut oleh mayoritas umat Islam ... mayoritas umat Islam Indonesia, para ulamaAswaja wajib bangkit secara proaktif mendirikan ... jam’iyyah diniyyah Islamiyyah berdasarkan fahamAswaja dan menganut salah satu dari madzhab empat: ... berlakunya ajaran Islam yang berhaluan Islam Aswaja dan menganut salah satu madzhab empat di ... Bab I berisi pengertian dan sejarah lahirAswaja. Melalui bab ini pembaca dapat memahami definisi ... apa yang dimaksud dengan Aswaja, baik yang bersifat ishtilahi maupun yang ... Juga memahami dalil-dalil yang dipergunakan Aswaja sebagai faham yang menyelamatkan umat Islam dari ... itu, pembaca dapat mengetahui ruang Iingkup Aswaja yang secara garis besar meliputi aspek akidah, ... akhlak. Selain itu juga latar belakang lahirnya Aswaja yang secara terminologis lahir seiring dengan ... ini pembaca dapat memahami pola (manhaj) berpikir Aswaja. Bab II mengenal faham Aswaja yang ... Melalui bab ini pembaca dapat memahami faham Aswaja mencakup pengertian iman, rukun iman, ciri khas ... dan khalifah sesudah Rasulullah SAW menurut Aswaja. Demikian pula pembaca dapat mengetahui ... hukum Islam menurut Aswaja, disertai alasan-alasan dan dalil-dalilnya. Di ... itu, pembaca dapat mengetahui fahamAswaja tentang sumber-sumber keteladanan bagi umat Islam ... dan akhlak. Bab III mengenal NU danAswaja. Melalui bab ini pembaca dapat mengetahui ... Islam di Indonesia pada umumnya menganut madzhabAswaja. Akhirnya para ulama bangkit mendirikan jam’iyyah ... dari arus faham lain yang bententangan dengan Aswaja. Kemudian pembaca juga dapat memahami Aswaja yang ... jam’iyyah NU. Bab IV mengenal aktualisasi Aswaja yang meliputi aktualisasi wawasan Aswaja, ... materi Aswaja, perspektif sosial politik, perspektif hak asasi ... bentuk-bentuk pemerintahan yang sesuai dengan Aswaja. Tentu saja tipologi masa Rasulullah SAW dan ... itu, pembaca dapat mengkaji prinsip perekonomian Aswaja, religiusitas seni budaya, seni sebagai sarana ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/302/faham-ahlus-sunnah-wal-jamaah · Jan 14, 10:23 AM

Menafsir Kalam Tuhan (Tashwirul Afkar 18)

... Teologi Kemanusiaan: Refleksi Kritis Teologi AswajaRumadi ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/53/tashwirul-afkar-18 · Jan 16, 06:42 PM

Menguatkan Basis Ideologis Gerakan NU

... Dalam konteks NU, Aswaja merupakan basis ideologis pemikiran dan gerakan ... Ideologi Aswajainilah yang harus dan senantiasa disemaikan dalam ... tubuh NU sendiri plural, berbeda-beda mengartikanAswaja misalnya? Barangkali seperti itu. Inilah ... rumah NU. Ke depan, NU harus merumuskan ideologiAswaja yang baik, sehingga bisa diterima semua ... sendiri-sendiri. Apakah nilai-nilai Aswaja semacam tawazun, tawassuth, dll hanya tafsir ... dari ideologiAswaja? Sebenarnya tawassuth dan lain-lain, ... NU agar warganya konsisten dengan ideologi Aswaja? Barangkali NU harus merumuskan kembali ... NU, termasuk Aswaja. Seperti yang sering disampaikan para tokoh NU, ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/329/menguatkan-basis-ideologis-gerakan-nu · Jun 24, 01:30 PM

NU dan Pertarungan Ideologi Islam

... …NU Harus Merumuskan Ideologi Aswaja yang Baik ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/114/nu-dan-pertarungan-ideologi-islam · Apr 12, 10:51 AM

Manhajul Fikr NU: Sebuah Pencarian yang Tak Tuntas (Tashwirul Afkar 19)

... Masih NU Sepanjang Berpikir dalam Koridor Aswaja” KH. Sadid Jauhari ... ASWAJA DAN IMPLEMENTASI KEMASLAHATAN PUBLIK ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/76/tashwirul-afkar-19 · Jun 1, 07:25 PM

PEREBUTAN IDENTITAS ISLAM (Tashwirul Afkar 16)

... Upaya Transformasi Konsep Aswaja Klasik Agus Sudibyo ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/196/perebutan-identitas-islam-pergulatan-islamisme-dan-islam-progresif-tashwirul-afkar-16 · Nov 28, 01:40 PM

Membangun Militansi Kader, PP LAKPESDAM NU adakan Pendidikan Ke-NU-an

... NU, Khittah NU 1926, Mabadi’ khoira ummah,Aswaja, dll. Kegiatan yang melibatkan jaringan ...
http://www.lakpesdam.or.id/warta/280/membangung-militansi-kader-pp-lakpesdam-nu-adakah-pendidikan-ke-nu-an · Nov 7, 11:13 AM

Bangsa & Ideologi Transnasional

... Islam ala NU adalah Islam ahlusunnah waljamaah (aswaja) yang berkarakter nusantara. Secara usia ... Sedangkan NU harus terus memperkuat pemahamanaswajanya ke seluruh struktur dan kultur di bawah NU. ... pengimpor ideologi. Penguatan AswajaMaraknya berbagai macam ideologi ... dan memperkuat ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang selama ini dijalankan NU. Ini karena dewasa ... banyak anak-anak NU yang tidak mengetahui ajaran aswaja seperti yang diajarkan oleh Hadratussyaikh KH ... ini untuk merobohkan stelsel nasional kita: Aswaja dan ideologi nasional Pancasila. Wallahu- ’alam ...
http://www.lakpesdam.or.id/publikasi/132/bangsa-ideologi-transnasional · May 9, 02:03 PM

PWNU Jawa Timur Gelar Halaqah Khittah Nahdliyah

... beberapa materi penting meliputi pemahamanAswaja baik dari aspek ubudiyah, aspek sosial, maupun ...
http://www.lakpesdam.or.id/warta/77/pwnu-jawa-timur-gelar-halaqah-khittah-nahdliyah · Jun 12, 07:22 PM

Kembali Ke Dakwah Para Sunan

... Timur, narasumber dalam acara diskusi bertajuk ’Aswaja di Zaman Modern’ dalam acara Penguatan Kader ...
http://www.lakpesdam.or.id/warta/307/kembali-ke-dakwah-para-sunan · Jan 27, 04:00 PM

Selasa, 03 Mei 2011

ULAMA-ULAMA BESAR MADZHAB SYAFI'I DARI ABAD KE ABAD

dari kang Gogon Tn


Ulama-ulama besar bintang-bintang Madzhab Syafi'i dari abad ke abad banyak sekali,sehingga tak terhitung lagi banyaknya karena madzhab ini sudah lama berkembang,pengaruhnya sudah amat luas pula,hampir diseluruh pelosok dunia Islam.
 Imam Syafi'i wafat pada tahun 204 H. lebih 1000 tahun yg lalu.

Untuk menghitung dan menguraikan nama Ulama-ulama Syafi'i satu persatu sudah tentu membutuhkan satu buku besar.

Imam Tajuddin Subki(wafat 771H.) dalam Kitabnya Tabaqatus Syafi'iyah al Kubra,juz I hal.26,menerangkan bahwa sudah ada Ulama-ulama Islam sebelumnya mengarang kitab ''Thabaqat Syafi'i'' yaitu kitab-kitab yg menerangkan Ulama-ulama Syafi'iyah dan Kitab-kitabnya dari abad ke abad.*

Diantaranya:
1. Muhammad bin Suleiman as Shu'luki(wafat:440H) dengan judul Al Munahazzab fi Syuyukhil Madzhab.

2. Abu Thaib at Tabari,(wafat 450)dengan judul Mukhtasar.

...3. Abu 'Ashil al Abbadi (wafat 458)dengan nama thabaqat.

4. Abi Ishaq as Syirazi(wafat 476H) dengan nama Mukhtasar.

5. Abu Muhammad al-Jurjani (wafat 489H) dengan nama At Thabaqat.

6. Imam Abu Muhammad Abdul Wahab bin Muhammad (wafat 500 H) dengan nama Tarekh al Fuqaha.*
‎7. Imam Abu Najib as Syahrawardi (wafat 563H.)dengan nama Thabaqat.

8. Imam Ibnu Shalah (wafat 634H) dengan nama kitab Thabaqat. Demikian diterangkan oleh Imam Tajuddin Subki. Hanya disayangkan bahwa kitab-kitab Thabaqat itu tidak sampai di... Indonesia.


Yg ada kita lihat hanyalah kitab Thabaqatus Syafi'iyah al Kubra karangan Tajuddin Subki 6 juz 3 jilid,dicetak oleh Mathba'ah Husainiyah Kairo tahun 1324H. dan cetakan baru pada Mathba'ah Isa al Babil Halabi Kairo tahun 1383H. Dan sesudah abad Tajuddin Subki,sudah banyak pula pengarang-pengarang,mengarang kitab-kitab Thabaqat.*

Diantaranya:
9. Syeikh Jamaluddin al Asnawi(wafat 772H) dengan nama Thabaqat.

10. Syeikh Umar bin Bundar(wafat 672H) dengan nama Thabaqat At Tafsili.

...11. Al Hafizh Ibnu Katsir(wafat 774H)mengarang juga kitab Thabaqat.

12. Syeikh Muhammad bin Hasan al Wasithi (wafat 776H)dengan nama Mathalibul 'Aliyah fi Manaqibis Syafi'iyah.

13. Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Abdurrahman Qadhi Shafad(wafat 780H)mengarang juga Kitab Thabaqat.

14. Qadhi Syarifuddin,Abu Abdillah bin Quthub(wafat 800H)mengarang Kitab Al Kafi fi Ma'rifati Ulama Madzhab Syafi'i.*

15. Syeikh Sirajuddin Umar bin Ali yg terkenal dengan nama Ibnul Mulqin(wafat 804H) dengan judul Al Aqdul Mudzahab fi Thabaqat Hamlatil Madzhab.

16. Alfirudzabadi(wafat 817H) pengarang Kamus al Muhith mengarang juga kitab Thabqat,bernama Al... Maqatul Arfa'iah.

17. Imam Taqiyuddin ad Dimsyaqi(wafat 851 H)mengarang juga kitab Thabaqat yg dibagi atas 29 tingkat.

18. Radhiyuddin Muhammad bin Ahmad al'Amiri(wafat 864H)mengarang juga dengan nama Bahyatun Nashirin

19. Qadhi Quthubuddin Muhammad bin Muhammad Al Khaidhari(wafat 894H)dengan judul Al Luma' al Alma'iyah.*

‎20. Syeikh Kamaluddin Abul Ma'ali(wafat 906H)mengarang juga kitab Thabaqat.

21. Abu Bakar bin Hijayatullah(wafat 1014H).mengarang Kitab Thabaqa Syafi'iyah.

22. Syeikhul Islam as Syarkawi(wafat 1227H) mengarang Kitab Thabaqat yg menerangkan terjemahan Ulama-ulama Syafi'i dari tahun 900 sampai 1121H.*
Demikian yg dapat dicatat kitab-kitab Thabaqat yg dikarang oleh Ulama-ulama Syafi'iyah. Hanya disayangkan sebagai yg dikatakan diatas bahwa kitab-kitab itu tidak sampai ke Indonesia sehingga kita tidak dapat menikmatinya.

Disamping itu disya...ngkan lagi bahwa kitab Thabaqat Syafi'iyah dan Ulama-ulama bangsa Indonesia yg ber-Madzhab Syafi'i belum ada,sehingga sulit kita mencari tarekh Ulama-ulama Syafi'i bangsa Indonesia yg juga tidak sedikit jumlahnya.

Tetapi sungguhpun begitu dalam fasal ini akan kita kemukakan juga nama-nama bintang Ulama-ulama Syafi'i dari abad ke abad,yaitu nama-nama yg biasa didengar atau bisa kita baca dalam kitab-kitab Syafi'iyah yg beredar di Indonesia.*
Kita yakin bahwa yg tidak tertulis disini ratusan kali lebih banyak dari yg tertulis,sebagai yg kita katakan diatas,bahwa kalau ditulis semuanya pasti akan menjadi buku setebal 10 jilid.

Sesuai dengan qaedah usul fiqih,apa yg tidak dapat sem...uanya tidak ditinggalkan sebahagiannya.

Kami akan menguraikan nama-nama itu dengan membagi menurut ''abad wafatnya'' supaya dapat dilihat dengan nyata keagungan Madzhab Syafi'i ini dari abad ke abad dan supaya jangan lagi ada orang dinegeri kita ini yg menganggap remeh dan rendah Madazhab Syafi'i itu.

Kami mulai dengan abad ke III,yaitu dari abad wafatnya Imam Besar SYAFI'I Rhl.*
* ABAD-III Hijriyah *

1. ''Imam Syafi'i Rahimahullah''(wafat 204H).

Nama lengkap beliau adalah ABU ABDILLAH MUHAMMAD bin IDRIS as SYAFI'I.

Lahir di Gazzah Palestina(150H) dan wafat di Mesir(Kairo)(204 H).

Inilah Imam Besar,Mujtahid Muthlaq(Mujtahid Penuh)dalam Madzhab Syafi'i.*
2. ''Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi''(wafat 270H)

Beliau ini adalah murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.,di bawa dari Bagdad sampai ke Mesir. Lahir tahun 174H.(wafat tahun 270H.)

Beliau inilah yg membantu Imam Syafi'i Rhl. menulis kitab-kitabnya Al Umm dan kitab Usul Fiqih yg pertama di dunia,yaitu Kitab Risalah al Jadidah.

Berkata Muhammad bin Hamdan: ''Saya datang kerumah Rabi'i pada suatu hari,di mana di dapati di hadapan rumahnya 700 kendaraan membawa orang yg datang mempelajari kitab Syafi'i dari beliau''.

Ini suatu bukti bahwa Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi adalah seorang yg utama,penyiar dan penyebar Madzhab Syafi'i Rhl.dalam abad-abad yg pertama.

Tersebut dalam kitab Al Majmu' halaman 70,kalau ada perkataan ''sahabat kita ar Rabi'i'' maka maksudnya adalah Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi ini.

Didalam kitab Al Munadzab tidak ada Ar Rabi'i selain ar Rabi'i ini,kecuali satu Ar Rabi'i dalam masalah menyamak kulit yg bukan Ar Rabi'i ini,tetapi Ar Rabi'i bin Sulaiman al Jizi.(Beliau ini adalah sahabat Imam Syafi'i Rhl.juga.)*
‎3. ''Al Buwaithi''(wafat 231H)
Nama lengkap beliau adalah Abu Ya'kup Yusuf bin Yahya al Buwaithi,lahir di desa Buwaith(Mesir)wafat 231H.

Beliau ini adalah murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.sederajat dengan Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi.

Imam Syafi'i berkata: ''Tidak seorang juga yg lebih berhak atas kedudukanku melebihi dari Yusuf bin Yahya al Buwaithi''dan Imam Syafi'i Rhl. berwasiat,manakala beliau wafat maka yg akan mengantikan kedudukan beliau sebagai pengajar adalah Al Buwaithi ini.

Beliau menggantikan Imam Syafi'i Rhl.berpuluh tahun dan pada akhir umur beliau ditangkap lantaran persoalan ''fitnah Qur'an'',yaitu tentang makhluk atau tidaknya Qur'an yg digerakkan oleh kaum Mu'tazilah.

Akhirnya al Buwaithi ditangkap oleh Khalifah yg pro faham Mu'tazilah,lalu dibawa dengan ikatan rantai pada tubuhnya ke Bagdad. Beliau meninggal dalam penjara di Bagdad tahun 231H.

Beliau Syahid karena mempertahankan kepercayaab dan i'tiqad beliau,yaitu i'tiqad kaum ahlussunnah wal jama'ah yg mempercayai bahwa Qur'an itu adalah Kalam Allah yg
Qadim,bukan ''ciptaan Allah'',(makhluk).*
‎4. '' Al Muzany '' (wafat 264H).
Nama lengkap beliau adalah Imam Abu Ibrahim,Ismail bin Yahya Al Muzany,lahir di Mesir 175H dan 25 tahun lebih muda dari Imam Syafi'i Rhl.

Imam Syafi'i Rhl. pernah berkata tentang sahabatnya ini,bahwa Al Muzani adalah pembela Madzhabnya.

Setelah Imam al Buwaithi ditangkap maka al Muzany menggantikan kedudukannya dalam balakah Imam Syafi'i itu sampai beliau wafat pada tahun 264 H.(60 tahun terkemudian dari Imam Syafi'i Rhl.)

Beliau adalah seorang ulama yg saleh,zuhud dan rendah hati. Beliau banyak mengarang kitab fiqih Syafi'iyah,seumpama:

1. Al Jami' al Kabir.
2. Al Jami' as Shagir.
3. Al Mukhtashar.
4. Al Mantsur.
5. At Targib fil Ilmu.
6. Kitabul Watsaiq.
7. Al Masail al Mu'tabarah.
8. Dan lain-lain.*
‎5 *Harmalah at Tujibi*(lahir tahun 166 H-wafat tahun 243H.)

Nama lengkapnya Harmalah bin Yahya Abdullah at Tujibi,murid Imam Syafi'i Rhl.

Beliau seorang Ulama besar penegak Madzhab Syafi'i yg menyusun kitab-kitab Madzhab Syafi'i.

Didalam Madzhab Syafi'i terkenal Kitab Harmalah,yaitu kitab karangan Imam Syafi'i Rhl. yg disusun oleh murid beliau ini,yaitu Harmalah bin Yahya.

Selain beliau ahli fikih Syafi'i yg terkenal,juga beliau ahli Hadits yg banyak menghafal hadits-hadits Nabi. Kabarnya beliau telah menghafal 10.000 hadits Nabi.

Diantara ahli-ahli hadits yg menjadi murid dari Harmalah ini,terdapat Imam Muslim yg terkenal,Imam Ibnu Qutaibah,Imam Hasan bin Sofyan.*
‎7. *AL KARIBISI * (wafat 245H.)

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu 'Ali Husein bin 'Ali al Karibisi. Beliau juga seorang murid lansung dari Imam Syafi'i Rhl. sesudah terlebih dahulu menganut ajaran Imam Abu
Hanifah(Hanafi) dan kemudian masuk dalam Madzhab Syafi'i. Beliau adalah menjadi tiang tengah dalam menegakkan fatwa dan aliran Imam Syafi'i Rhl.*
‎8. * AT TUJIBI * (WAFAT:250H).

Ahmad bin Yahya bin Wazir bin Sulaiman at Tujibi Beliau adalah seorang Ulama yg belajar langsung dalam ilmu fiqih kepada Imam Syafi'i Rhl. Meninggal dan bermakam di Mesir.

9. *MUHAMMAD BIN SYAFI'I *

Muhammad bin Syafi'i,gelarnya Abu Utsman al Qadhi. Beliau adalah anak yg tertua dari Imam Syafi'i Rhl.

Pada akhir usia beliau menjabat kedudukan Qadhi di Jazirah dan wafat di situ tahun 240 H.*
10. * ISHAQ BIN RAHUYAH* (WAFAT 238H)

Nama lengkap beliau adalah Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad bin Ibrahim yg terkenal dengan nama Ibnu Rahuyah. Lahir tahun 166H. wafat tahun 238H.

Beliau belajat fiqih kepada Imam Syafi'i Rhl. Yg terkenal.Bukan saja dalam ilmu fiqih tetapi juga dalam ilmu Hadits. Imam Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Ahmad bin Hanbal,banyak mengambil hadist dari Ishaq bin Rahuyah ini.

Imam Nasai mengatakan bahwa Ibnu Rahuyah adalah Tsiqqah'',yaitu''dipercaya
''*
11. * AL HUMAIDI *.

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Zuber bin Isa,Abu Bakar al Humaidi. Beliau adalah juga murid langsung dari Imam Syafi'i Rahimahullah.

Beliaulah yg membawa dan mengembangkan Madzhab Syafi'i ketika di Mekkah,sehingga beliau diangkat menjadi Mufti Mekkah. Wafat di Mekkah pada tahun 219H.

Inilah diantaranya 11 orang murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl. yg kemudian menjadi Ulama Besar dan tetap teguh memegang Madzhab Syafi'i.*
Dengan perantaraan beliau-beliau inilah Madzhab Syafi'i tersiar luas kepelosok-pelosok duni Islam terutama ke bagian Timur dari Hijaz,yaitu ke Iraq,ke Khurasan,ke Maawara an Nahr,ke Adzerbaiyan,ke Tabristan,juga ke Sind,ke Afganistan,ke India,ke Yaman dan terus ke Hadaramaut,ke Pakistan,India dan Indonesia.

Beliau-beliau ini menyiarkan Madzhab Syafi'i dengan lisan dan tulisan.selain dari itu ada dua orang murid Imam Syafi'i Rhl.,yaitu Ahmad bin Hanbal,(wafat 241H) yg kemudian ternyata membentuk satu aliran dalam fikih yg bernama Madzhab Hanbali. Yg kedua Syeikh Muhammad bin Abdul Hakam,seorang Ulama murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.yg ilmunya tidak kalah dari al Buwaithi. Beliau ini pada akhir umurnya berpindah ke Madzhab Maliki dan wafat dalam tahun 268H.di Mesir*
Ulama-ulama,murid yg langsung dari Imam Syafi'i Rhl.ini boleh dinamakan Ulama-ulama Syafi'iyah ''tingkatan pertama''. Ada ''tingkatan dua'',yaitu Ulama-ulama Syafi'iyah yg wafat dalam abad ke tiga juga,tetapi tidak belajar kepada Imam Syafi'i sendiri,melainkan kepada murid-murid Imam Syafi'i Rhl.

Ulama-ulama itu adalah->
12. * AHMAD BIN SYAYYAR AL MAWARDI *(WAFAT 268H)

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Sayyar bin Ayub Abu Hasan al Mawardzi.

Beliau adalah murid dari Ishaq bin Rahuyah dan Ulama-ulama Syafi'i yg lain,Ulama-ulama seperi Nasai,Ibnu Khuzaimah,Imam Bukhari dan lain-lain,mengambil ilmu kepada beliau.

Syeikh Ahmad bin Sayyar yg membawa dan mengembangkan Madzhab Syafi'i ke Marwin,ke Gazanah di India,ke Afganistan dan lain-lain.

Beliau adalah pengarang kitab ''Tarikh Marwin''*
13. *IMAM ABU JA'FAR AT TIRMIDZI* (WAFAT:295H).

Nama lengkap beliau ini adalah Muhammad bin Ahmad bin Nashar,Abu Ja'far at Tirmidzi. Beliau adalah Ulama Besar Syafi'iyah di Iraq sebelum masanya Ibnu Surej.

Beliau mengarang sebuah kitab dengan judul ''Kitab Ikhtilaf Akhlis Shalat'' dalam usulluddin.*
14. *ABU HATIM AR RAZI *(WAFAT 277 H)

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Idris bin Munzir bin Daud bin Mihram. Abu Hatim ar Razi,lahir tahun 195 H. Beliau adalah seorang Ulama Syafi'iyah yg besar,yg mengatakan bahwa beliau telah berjalan kaki mencari Hadits pada tingkat pertama sepanjang 1000 farsakh.

Beliau berjalan kaki dari Bahrein ke Mesir,ke Ramlah di Palestina,ke Damaskus,ke Inthakiah,ke Tharsus,kemudian kembali ke Iraq dalam usia 20 tahun.

Diantara guru beliau dalam fikih ialah Yunus bin Abdul A'ala,yaitu sahabat-sahabat Imam Syafi'i Rhl.
. * IMAM BUKHARI * (WAFAT 256H)

Nama lengkap beliau Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughitah bin Bardizbah al Jufri al Bukhari. Lahir tahun 194 H. di Bukhara Asia Tengah.

Sejak kecil beliau sudah menghafal Al-Qur'an di luar kepala dan sangat menyukai mencari dan mendengar Hadits-hadits Nabi. Kemudian selama 16 tahun beliau menyusun dan mengarang kitab sahihnya yg berjudul kitab ''Sahih al Bukhari''

Beliau selalu berkelana ke daerah-daerah dan kota-kota negeri Islam ketika itu. Beliau belajar Hadits-hadits di negerinya dan kemudian pergi ke Balkha,ke Marwa,ke Nisabur,ke Rai,ke Basrah,ke Kufah,ke Mekkah,ke Madinah,ke Mesir,ke Damaskus,ke Asqalan dan lain-lain.

Perjalanan beliau ini adalah dalam rangka mencari ulama-ulama yg menyimpan hadits dalam dadanya untuk dituliskannya di dalam kitab yg ketika itu sangat kurang sekali.
Kitab sahih Bukhari itu adalah kitab agama Islam yg kedua sesudah Al-Qur'an. Hadits-hadits di dalamnya menjadi sumber hukum yg kuat dalam fiqih(hukum)Islam.

Pada mulanya beliau sampai menghafal hadits sebanyak 600.000 hadits yg diambilnya dari 1080 orang guru,tetapi kemudian setelah disaring dan disaringnya lagi,maka yg dituliskannya dalam Kitab Sahih Bukhari hanya 1275 hadits. Kalau disatukan hadits yg berulang-ulang disebutnya dalam kitab itu,jadinya berjumlah 4000 hadits yg kesemuanya hadits sahih dan diterima oleh seluruh dunia Islam,terkecuali oleh orang yg buta mata hatinya.

Diantara guru beliau dalam fiqih Syafi'i adalah Imam al Humaidi,sahabat Imam Syafi'i yg belajar fiqih kepada Imam Syafi'i ketika berada di Makkah al Mukarramah.
uga beliau belajar fiqih dan Hadits kepada Za'farani dan Abu Tsur dan Al Karabisi,ketiganya adalah murid Imam Syafi'i Rhl. Demikian diterangkan oleh Imam Abu 'Ashim al Abbadi dalam kitab ''Thabaqaf''nya.

Beliau tidak banyak membicarakan soal fiqih,tetapi hampir semua pekerjaan beliau berkisar kepada hadits-hadits saja yg tidak mengambil hukum dari hadits-hadits itu.

Inilah suatu bukti bahwa beliau bukan Imam Mujtahid,tetapi ahli hadits yg didalam furu' syari'at beliau menganut Madzhab Syafi'i Rahimahullah.
 Di dalam kitab ''Faidul Qadir'' syarah Jamius Shagir pada juz I hal. 24 diterangkan bahwa Imam Bukhari mengambil fiqih dari al Haimadi dan sahabat Imam Syafi'i yg lain.
 Imam Bukhari tidak mengambil hadits dari Imam Syafi'i Rhl.karena beliau meninggal dalam usia muda,tetapi Imam Bukhari belajar dan mengambil hadits dari murid-murid Imam Syafi'i
Rhl. Tetapi sungguh pun begitu,di dalam kitab sahih Bukhari ada dua kali Imam Syafi'i disebut,yaitu pada bab Rikaz yg lima dalam kitab Zakat dan pada bab Tafsir 'Araya dalam kitab Buyu'.(lihat Fathul Bari juz IV,hal 106 dan juz V hal.295)*
16. *AL JUNEID BAGDADI *(WAFAT 298H).

Nama lengkap beliau,Abdul Qasim Juneid bin Muhammad bin Juneid al Bagdadi.

Beliau adalah seorang ahli tasauf besar yg sampai sekarang masyhur namanya dalam dunia Islam.

Beliau belajar ilmu fiqih kapada Abu Tsur al Kalibi(murid Imam Syafi'i Rhl.) dan dalam usia 20 tahun sedah berfatwa.*
‎17. * AD DARIMI *(WAFAT 280H).

Nama lengkap beliay adalah Utsman bin Sa'id bin Khalid bin Sa'id as Sijistani al Hafizh Abu Sa'ad ad Darimi.

Beliau seorang ahli hadits yg terkenal dan juga ahli fiqih Syafi'i. Beliau belajar fiqih kepada sahabat-sahabat Imam Syafi'i Al-Buwaithi dan juga kepada Ishak bin Rahuyah.

Beliau mengarang Kitab hadits besar bernama ''Masnad Darimi '' dan juga mengarang kitab untuk menolak Bisyir al Marisi,Imam Mu'tazilah.*
8. * IMAM ABU DAUD *(WAFAT 275H).

Nama lengkap beliau adalah Sulaiman bin Asy'ats bin Ishak as Sijistani,yg kemudian terkenal dengan Imam Abu Daud saja. Beliau berasal dari Sijistan sebuah desa di India,lahir pada tahun 202 H. Seorang ulama ilmu hadits yg terkenal,yg kitabnya ''Sunan Abu Daud'' termasuk kitab Hadits yg enam,yaitu Bukhari,Muslim,Abu Daud,Nasai,Ibnu Majah dan Tirmidzi. Selain itu beliau adalah ahli fiqih Syafi'i yg dipelajarinya dari Ishaq Ibnu Rahuyah dan lain-lain ulama Syafi'iyah.

Inilah di antaranya sahabat-sahabat Syafi'i Rhl.dan Ulama-ulama Syafi'iyah yg wafat pada abad ke III,yaitu abad dimana Imam Syafi'i Rhl.wafat,yaitu pada tahun 202H.*
* ABAD-IV Hijriyah*
Diantara Ulama-ulama Syafi'iyah yg besar yg wafat antara tahun 300 dan 400 H.adalah seprti dibawah ini:

19. *AN NASAI*(WAFAT 303H).
...
Nama lengkap beliau Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu'ib bin Ali bin Bahar bin Sinan bin Dinar an Nasai,lahir di suatu desa yg bernama Nasa' di daerah Khurasan pada tahun 215H.

Beliau adalah seorang Ulama hadits yg terkenal,yg mana kitabnya termasuk kitab Hadits yg enam,yaitu Bukhari,Muslim,Abu Daud,Ibnu Majah,Tirmidzi dan Nasai
Guru-guru beliau di antaranya adalah Ishaq Ibnu Rahuyah,Yunus bin Abdul Ja'la(sahabat/murid Imam Syafi'i Rhl),Quthaibah bin Said Hasan bin Muhammad Za'farani,Abu Daud as Sijistani dan lain-lain.

Tersebut dalam Kitab Sunan Nasai di bahag...ian terjemahan pengarang bahwa beliau adalah seorang yg berpegang teguh kepada Madzhab Syafi'i dan mengarang sebuah kitab ''Manasik haji'' atas dasar Madzhab Syafi'i.

Diantara kitab-kitab yg dikarang beliau adalah:
1. Kitab hadits Sunan Nasai' 4 jilid besar.
2. Kitab Manasik.
3. Kitab Sunan Al Kubra.
4. Dan lain-lain.
Dengan keluar dan beredarnya kitab ini menjadikan penguasa di Damaskus marah kepada beliau.

Akhirnya beliau diusir dari Damaskus,sampai-sampai kabarnya dipukuli sehingga beliau wafat di suatu tempat yg bernama Ramlah di Syria.

Ada orang ...mengatakan bahwa jenazahnya dibawa ke Mekkah dimakamkan antara Shafa dan
Marwa.

Berkata Imam Daruquthi,bahwa Nasai adalah seorang Ulama yg terkenal di zamannya.

Berkata Abu Ja'far Thahawi bahwa Nasai adalah Imam ummat Islam seluruhnya.
Berkata Abu 'Ali Naisaburi bahwa Nasai adalah Imam Hadits,tidak ada yg membantah keimanannya.
‎20. * IBNU SUREJ *(WAFAT 306H).

Nama lengkap beliau adalah Abu 'Ali Hasan bin Qasim at Thabari. Beliau adalah seorang Ulama Syafi'iyah yg banyak mengarang kitab Syafi'iyah yg terkenal,yaitu kitab ''Al Muharrar fin Nazhar'', ''Al Ifsah fil Fiqih''. Kitan fil Usul,kitab ''fil jidal dan lain-lain*
‎21. *IBNU SUREJ*(WAFAT 306H)

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Umar bin Surej Abul Abbas al Qadhi. Guru-guru beliau dalam ilmu fiqih adalah Abu Qasim Al Anmary,Hasan bin Muhammad az Za'farani,Abu Sijistani,dll. Mulanya beliau menjadi Qad...hi di Syiradzi,kemudian pindah ke Bagdad dan akhirnya masyhur dengan nama Ibnu Surej al Bagdadi.

Berkata Imam ad Dhiya',bahwa Ibnu Surej adalah sahabat Imam Syafi'i yg paling pintar dalam ilmu kalam dan ilmu fiqih,(maksud perkataan sahabat di sini ialah pengikut faham). Ibnu Surej ini mengarang kitab-kitab sebanyak 400 buah dalam bemacam-macam ilmu pengetahuan.

Kalau tersebut Ibnu Surej dalam kitab Muhazzab,maka beliau inilah yg dimaksudkan.*

22. * ABDULLAH BIN MUHAMMAD ZIYAD AN NISABURI * (WAFAT 324H).

Abdullah bin Muhammad Ziyad an Nisaburi seorang Ulama Syafi'i yg besar pada zamannya itu. Beliau adalah seorang yg banyak menghafal hadits-hadits sehingga diberi gelar juga denga...n ''hafizh''. Beliau adalah seorang ulama yg mula-mula membicarakan tentang ''ilmu munasabah'',yaitu ilmu tentang persesuaian ayat suci antara satu ayat dengan yg lain. Apa hubungannya,apa pertaliannya maka ayat ini didekatkan dengan ayat yg lain,surat ini didekatkan dengan surat yg lain.

Beliau pernah mencari ilmu ke Bagdad,Syam,Mesir dan berguru kepada Imam Muzani sahabat Imam Syafi'i. Akhirnya beliau tetap di Bagdad menjadi Imam Ummat Islam Iraq dalam Madzhab Syafi'i.

Wafat dan bermakam di Iraq tahun 324 H.*

‎23. * ABU ISHAQ AT MARWADZI *(WAFAT 340H)

Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad Al mawardzi,adalah nama lengkap beliau,dan dilahirkan di sebuah desa yg benama Marwadzi di Persi.

Beliau meninggal di Bagdad pada tahun 304 H.
...
Kalau disebut ''Abu Ishaq'' dalam kitab Muhazzab maka beliau inilah yg dimaksudkan.*

‎24. * IBNUL QASHI * (WAFAT 335H).

Nama lengkap beliau,Abu Abbas Ahmad bin Abi Ahmad bin Al Qashi.

Beliau seorang ulama fiqih Syafi'i yg besar di Thibristan,dan wafat di Tartus pada tahun 335H.
...
Beliau banyak mengarang kitab,diantaranya ''Kitab Talkhish'',kitab Miftah Adaabul Qadhi,dan lain-lain.*

‎25. * IBNU ABI HURAIRAH *(WAFAT 345H).

Nama lengkap beliau,Hasan bin Husein Qadhi Abu 'Ali bin Abi Hurairah. Beliau adalah Syeikh besar dari Madzhab Syafi'i. Beliau mengarang sebuah kitab Fiqih Syafi'i dengan nama Syarah Mukhtasar,di mana d...i dalamnya banyak dimuat masalah fiqhiyah Syafi'iyah.*

26. * ABU SA'IB AL MARWADZI * (WAFAT 362H).

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu Sa'ib al Qadhi Utbah bin Ubaidillah bin Musa. Beliau adalah seorang Ulama Syafi'iyah yg mula-mula menjabat pangkat Qadhi Qudhaat(Qadhi dari sekalian Qadhi).

27. * ABU HAMID AL MARWADZI *(WAFAT 362H).

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Basyar bin 'Ami al 'Amiri,Qadhi Abu Hamid al Marwadzi,dan berasal dari Marwadzi.(Persi).

Beliau ini pengarang kitab ''Al Jami'i'' sebuah kitab yg menjadi tiang dari fiqih Syafi'i. Selain itu beliau mengarang juga kitab Syarah al Muzzani,yaitu kitab Imam Syafi'i yg diriwayatkan oleh Imam Muzzani(sahabat Syafi'i).
28 * AL QAFFAL AL KABIIR * (WAFAT 365H).

Nama lengkap beliau Muhammad bin Ismail al Qaffal al Kabiir as Satsi,dilahirkan tahun 291H.dinegeri Sats di daerah Ma Waraan Nahr(Khurasan).

Beliau dinamai ''Imam lengkap'',karena beliau dalam kenyata...annya adalah Imam dalam ilmu Hadits,Imam dalam ilmu Tafsir,Imam dalam ilmu Kalam,Imam dalam ilmu Furu',Imam dalam ilmu Bahasa,Imam dalam kesalihan dan kezuhudan. Pendeknya ulama dalam arti kata yg sebenarnya.

Dalam ilmu usuluddin beliau ini belajar langsung kepada Abul Hasan Al Asy'ari Imam Ahlussunnah,tetapi dalam ilmu fiqih Imam Abul Hasan belajar langsung kepada Imam Qaffal al Kabiir ini.

Diantara karangan beliau terdapat Kitab ''Fi Usulil Fiqih''. Syarah ar Risalah (karangan Imam Syafi'i).

Dalam ilmu Kalam beliau ini terderet dalam barisan kaum Ahlussunnah wal jama'ah,pengikut Asy'ari yg kuat.

‎29. * AS SHU'LUKI * (WAFAT 337H)

Nama lengkap beliau Ahmad bin Muhammad bin Suleiman Abu Thaib As Shuluki,wafat di Nisabur(Persia) tahun 337H.

Beliau seorang terkuat. Dan beliau juga Tsiqqah(dipercaya dalam meriwayatkan hadits-hadits Nabi)
...
30. * IBNUL QASHI *(WAFAT 335H).

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Abi Ahmad Abul 'Abbas Ibnul Qashi,seorang Ulama Syafi'iyah di Thabaristan.

Beliau banyak mengarang kitab-kitab,diantaranya ''Talkhish'', ''Al Mifta'', ''Adabul Qadhi''. ''Al Mawaqiit'', ''Adabul Qadha'' dan lain-lain. Semuanya atas dasar Madzhab Syafi'i Rhl.

Dalam kitab Muhdzab,tersebut ''Al Qaffal'' dalam bab nikah yg dimaksud adalah beliau ini.*

‎31. * AS SIJISTANI *(WAFAT 363H)

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Husein bin Ibrahim Abul Husein as Sijistani.

Beliau mengarang kitab ''Manaqib Syafi'i''.
...
32. * IBNU ABI HATIM *(WAFAT 381H).

Nama lengkap beliau adalah Abdurrahman bin Abi Hatim Muhammad bin Idris bin Mudzir.

Diantara karangan beliau yg banyak,terdapat kitab Tafsir 4 Jilid,kitab Jarah wat Ta'dil,kitab Rad al Jahmiyah,kitab al Masnad,kitab al Fawadil Kabir dan lain-lain.
 Juga beliau mengarang kitab Manaqib Syafi'i (tuah-tuah Imam Syafi'i Rahimahullah
‎33. * AL DARIKI * (WAFAT 375H)

Nama lengkap beliau adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad bin Abdil Azis,Abdul Qasim ad Dariki,dilahirkan di Bagdad.

Berkata Imam Hakim: Ad Dariki adalah seorang ulama Syafi'iyah terbesar di Naisabur yg t...ak ada tandingannya.

Imam Abu Thaib mengatakan bahwa beliau belum pernah berjumpa dengan orang yg se'alim Dariki dalam fiqih.*
34. * AL ASY'ARI * (WAFAT TAHUN 324H).

NAMA LENGKAP BELIAU ADALAH 'ALI BIN ISMAIL BIN ABI BASYAR ABUL HASAN AL ASY'RI,LAHIR TAHUN 260 H.DI BASRAH(IRAQ)

INILAH ULAMA BESAR DALAM ILMU USULUDDIN,PERUMUS DAN PEMBELA FAHAM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH...,YAITU FAHAM NABI,SAHABAT-SAHABAT DAN TABI'IN YG BANYAK.

WALAUPUN BELIAU SEORANG IMAM BESAR DALAM USULUDDIN,TETAPI DALAM FURU' SYARI'AT BELIAU MENGANUT MADZHAB SYAFI'I RAHIMAHULLAH.*
=========================================
DALAM FURU' SYARI'AT BELIAU PENGANUT YG KUAT DARI MADZHAB SYAFI'I. BELIAU BELAJAR FIQIH KEPADA ABU ISHAQ AL MARWADZI,DEMIKIAN DIKATAKAN OLEH USTADZ ABU BAKAR BIN FURAK PENGARANG KITAB TABAQATUL MUTAKALLIMIN,DAN DEMIKIAN JUGA DIKATAKAN OLEH USTADZ ABU ISHAQ AL ARFARAINI SEBAGAI YG DINUKILKAN OLEH SYEIK ABU MUHAMMAD AL JUNAIDI DALAM KITAB SYARAH RISALAH. ABU HASAN AL ASY'ARI ADALAH SEORANG ULAMA BESAR,IKUTAN RATUSAN JUTA UMMAT ISLAM DARI DULU SAMPAI SEKARANG,KARENA BELIAU YG MENJADI IMAM KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH SEBAGAI LAWAN DARI KAUM MU'TAZILAH,KAUM SYI'AH,KAUM MUJASSIMAH,DAN LAIN-LAIN FIRQAH SESAT
35. * AL MAS'UDI * (WAFAT 346H).

'Ali bin Husein bin 'Ali al Mas'udi,adalah nama lengkap beliau dan lahir di Bagdad.

Beliau adalah ahli sejarah yg terkenal yg mengarang kitab ''Marujuz Zahab'' dan Kitab Dzakhairul Ulum. Al maqalalaat fi Usulid Dinayanaat dan kitab Ar Risalah.

Ada orang mengatakan bahwa beliau ini adalah cucu dari Saidina Abdullah bin Mas'ud,seorang sahabat Nabi yg terkenal.*

36. * AL JURJANI * (WAFAT 392 H).

Nama lengkap beliau 'Ali bin Abdul Aziz bin Hasan bin Ali bin Ismail al Jurjani.

Jurjani adalah sebuah tempat di Khurasan.

37. * AL DARUQUTHNI * (WAFAT 385H)

Ahli Hadist yg terkenal Imam Daruquthni yg mengarang kitab Sunan Daruquthni adalah penganut faham Syafi'iyah dalam fiqih.

Hal ini ternyata dalam kitab yg dikarang beliau,yaitu kitab '' As Sunan ''.*

Beliau adalah ahli fiqih dan ahli sastra,pandai mengubah puisi,sya'ir dan sajak. Di dalam fiqih beliau mengarang kitab Al Wakalah yg berisikan 4000 maslah fiqih.*
* ABAD-V Hijriyah *

38. * AL BAIHAQI * (WAFAT 458H).

Ahmad bin Husein bin 'Ali bin Abdullah bin Musa,Abu Bakar al Baihaqi an Nisaburi,demikian nama lengkap belia,dilahirkan di sebuah desa kecil Khusraujirdi di negeri Baihqi(Nisaburi) pada tahun 384H.

Beliau adalah seorang Ulama Hadits yg terkenal,juga penganut faham Ahlussunnah wal jama'ah dari Asy'ari dan juga terkenal dalam ilmu fiqih Syafi'iyah.

Beliau banyak mengarang kitab di antaranya:

1. Kitab Ahkamul Qur'an.
2. Kitab Da'awat.
3. Kitab Al Ba'atsi wan Nutsur.
4. Kitab Az Audul Kabiir.
5 Kitab Al I'itiqad(ilmu Usuluddin).
--> 6. Kitabul Adaab.
7. Kitabul Asrar.
8. Kitabul Arba'in.
9. Kitab Fadhailul Auqaat.
10. Kitab Al Ma'fifah.
11. Kitab Dalilun Nubuwah.
12. Kitab Manaqib Syafi'i.

Menurut Imam Subki dalam Kitab Thabaqqatus Syafi'iyah al Kubra,bahwa Imam Baihaqi ini telah mengarang lebih dari 1000 jilid Kitab dari bermacam-macam vak.

Beliau ini adalah ahli Hadits dan penyiar terbesar dari faham Ahlussunnah wal Jama'ah yg bermadzhab Syafi'i.*
‎39. * IBNUL MAHAMILI * (WAFAT 415H)

Ahmad bin Muhammad bin Ahmad,bin Qasim bin Ismail,Abul Hasan Ad Dhabbi al Mahamili,lahir pada tahun 368H.

Diwaktu kecil beliau dibawa oleh ibunya ke Kufah dan belajar kepada Abi Hasan bin Abi Sirri.

Beliau seorang Ulama Besar,banyak mengarang kitab,di antaranya kitab Al Majmu',Al Muqna',Al Lubab.
Kalau dalam kitab al Muhadzab tersebut kitab Al Lubab,maka yg dimaksudkan adalah Al Lubab karangan Imam Ibnul Mahamili ini,begitu juga kitab Al Muqna'.

‎40. * AT TSA'LABI *(WAFAT 427H)

Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim,Abu Ishak an Nisaburi as Tsa'labi berasal dari negeri Nisaburi.

Beliau adalah seorang Ulama Syafi'i ahli Tafsir yg terkenal,yg sangat masyhur pada abad ke V H.

Salah satu fatwa Tsa'labi dalam fiqih,adalah: Darah yg tinggal pada daging dan tulang tidak najis karena susah memelihara darah pada daging itu.*
‎41. * AL ASFARAINI *(LAHIR 340-WAFAT 406H.)

Ahmad bin Muhammad bin Ahmad al Asfaraini adalah nama lengkap beliau dan berasal dari Asfaraini sebuah desa di Persia dan lahir pada tahun 340H.

Beliau adalah murid dari Ibnul Marzaban dan Syeik ad Daraki. Berkata Abu Ishaq: ''Pada ketika itu berkumpul di tengah Asfaraini ini ilmu keduniaan dan keagamaan di Bagdad''.
Berkata Al Khatib: ''Telah belajar 300 orang ahli fiqih Syafi'i kepada Ahmad bin Muhammad al Asfaraini ini''.*

‎42. * AS SYIRADZI * (WAFAT 476H).

Syeik Ibrahim bin 'Ali bin Yusuf Abu Ishaq al Firuzabadi as Syiradzi,dilahirkan di sebuah desa yg bernama Firuzabadi,di Syiradzi Persia pada tahun 393H.

Beliau ini adalah seorang Ulama Syafi'iyah yg terkenal pada abad ke V di Bagdad.

Karangan-karangan beliau diantaranya:
1. Tanbih
2. Al Muhazab.
3. Al Luma'.
4. At Tabsirah.
5. Al Mukhnish.
6. Al Ma'na.
7. Thabaqatil Fiqaha'.
8. Dan lain-lain banyak lagi.

Di Indonesia beliau terkenal dengan kitabnya Al Muhadzab,suatu kitab fiqih Syafi'i yg besar yg kemudian diberi komentar(syarah) oleh Imam Nawawi dengan kitab Al Majmu.(13 jilid).

Beliau selain mengarang kitab-kitab,juga menjadi guru besar di Universitas Islam Nizhamiyah di Bagdad,yg dibangun oleh wazir(menteri) kerajaan Saljuk Bernama Nizhamul Mulk.*
‎43. * AS SINJI * (WAFAT 406H).

Imam Abu 'Ali,Husein bin Syu'ib bin Muhammad as Sinji,dilahirkan di Sinji negeri Marwin Khurasan.

Guru beliau di Iraq adalah Abu Hamid dan di Khurasan adalah Abu Bakar al Qaffal. Karena beliau dapat meneruskan aliran-aliran fiqih Syafi'iyah dari ulama-ulama Iraq dan fiqih Syafi'iyah dari ulama-ulama Khurasan.

Beliau ini mengarang kitab ''Syarah Mukhtasar'' yg dikatakan oleh Imam Harmaini bahwa kitabnya ini adalah kitab Madzhab yg besar. Begitu juga beliau mengarang syarah Talkhish karangan Ibnul Qashi,dan mensyarah kitab ''Al Furu'' dari Ibnul Hadad. As Sinji terkenal di Iraq,di Khurasan dan Nisaburi,di samping nama beliau banyak disebut dalam kitab-kitab fiqih Syafi'iyah yg dikarang kemudian.*

‎44. * AT THABARI *(WAFAT 495H).

Husein bin 'Ali at Thabari pengarang kitab ''Al Uddah''.

Beliau belajar Fiqih dengan Syeikh 'Ali Nashir di Khurasan dengan Qadhi Abu Thalib di Bagdad dan dengan Syeikh Abi Ishaq as Siradzi.

Ternyata kemudian beliau ini menjadi seorang ulama fiqih Syafi'iyah yg besar dan banyak mengarang kitab-kitab agama serta mengajar pada sekolah Islam Syafi'iyah(Sekolah Tinggi) di Bagdad yg bernama Nizmiyah.*
‎45. * AL MAWARDI * (WAFAT 450H).

Syeikh 'Ali bin Muhammad bin Habib Abul Hasan Al Mawardi adalah nama lengkap beliau.

Beliau ini pada mulanya adalah murid dari Abu Hamid Al Asfraini di Bagdad dan kemudian menjadi seorang Ulama Syafi'iyah yg besar.

Beliau adalah pengarang dari kitab-kitab:

Al Hawi dan Iqna dalam fiqih,kitab Tafsir,kitab Dalilunnubuah,kitab Al Ahkamus Sulthaniyah,kitab Qanun al Wuzarah,kitab Siyastul Mulk dan lain-lain.

Ternyata bahwa Imam al Mawardi ini adalah ahli fiqih dan ahli siasat pemerintahan,terbukti dengan kitabnya Ahkamussulthaniyah yg sampai sekarang masih sangat terpakai dalam kalangan politik ummat Islam.

Ada orang menuduh bahwa Imam Mawardi ini termasuk golongan kaum Mu'tazilah,tetapi Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Thabaqaat bahwa tuduhan itu tidak beralasan,hanya dibangkitkan oleh rasa iri hati belaka.

Beliau adalah seorang ulama Ahlussunnah wal jama'ah yg menganut Madzhab Syafi'i.

Berkata Al Khatib: ''Al Mawardi adalah seorang ulama Syafi'i yg terkemuka''.

Kalau dalam kitab-kitab fiqih tersebut kitab ''Al Hawi'',maka yg dimaksudkan adalah kitab karangan Mawardi.*

Senin, 02 Mei 2011

FADILAH (MANFA"AT) TEMAN BERILMU (SHOLEH)

Oleh: SantriBuntet

Tidak perlu dikupas sebenarnya masalah berteman dengan orang-orang sholeh ini. Tapi mohon tidak apriori dulu. Ada kok sisi menarik dari masalah pertemanan ini. Contohnya, hasil dari pertemanan ini akan berdampak hingga ke akherat. Di sana di alam ruh, perkumpulan seperti di dunia ini akan terbawa kesana. Karena kehidupan di alam sana, konon menurut ulama mirip dengan di dunia. Ah sing bener sih..


Tulisan ini hendak menanggapi tulisan menarik tentang misteri atau fenomena ziarah di Makam Gajah Ngambung Buntet Pesantren, maka saya ingin berdiskusi masalah ini. Namun terbatas pada persoalan betapa pentingnya kita bergaul dengan orang-orang sholeh. Hingga kepada ziarah sebenarnya tidak jauh dari aplikasi pertemanan yang terus dirawat hatta ke alam arwah.

Untuk membahas masalah pertemanan hingga kepada ziarah kepada orang-orang sholeh ini ada baiknya mari kita dengarkan lantunan ayat suci Al quran yang pernah dikumandangkan oleh Kang Hadits, Cucu KH. Akyas Abdul Jamil. 

يا أيها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian  berada bersama orang-orang shadiqin."(At Taubah: 119)



Berdekatan  dengan orang-orang sholeh, orang alim, orang shadiqin merupakan anjuran Allah secara langsung, seperti tersebut dalam ayat di atas.  Di dalam kitab Khozinatul Asroor pengarang mengutip hadits Rasul saw tentang keharusan kita untuk selalu berada bersama Allah namun jika tidak bisa, hendaklah selalu berdekatan dengan orang-orang sholeh karena dengan berdekatan bersama mereka akan sampai kepada Allah. Adapun kutipan naskahnya sebagai berikut:



كُنْ مَعَ اللهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ فَكُنْ مَعَ مَنْ كَانَ مَعَ اللهِ فَاِنَّهُ يُوْصِلُكَ اِلىَ اللهِ اِنْ كُنْتَ مَعَهُ.وَفىِ حَدِيْثٍ آخَرْ اَلشَّيْخُ فِى قَوْمِهِ كَالنَّبِيِّ فِى أُمَّتِهِ. كَذَا فِى عَوَارِفِ الْمَعَارِفِ وَفىِ رُوْحِ الْبَيَانِ.



Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Hendaklah engkau selalu  bersama Allah. Jika tidak bisa, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Sebab dengan memiliki orang itu, niscaya engkaupun akan sampai kepada Allah selagi engkau bersamanya. " dalam nasehat  lain Rasul saw bersabda:  "Syaikh (guru/orang alim lagi sholeh) diibaratkan nabi bagi kaumnya." Keterangan ini tersebut pula dalam kitab "Awariful Ma'aarif" dan kitab "Ruuhul Bayaan."



Sementara itu, dalam Nuzhatul Majaalis pengarang kitab menulis sebagai berikut:



وَفِىْ كِتَابِ اْلأَبْرَارِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ اِسْتَكْثَرُوْا مِنَ اْلاِخْوَانِ فَاِنَّ اللهَ تََعَالىَحَيٌّ كَرِيْمٌ يَسْتَحْيِىْ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ يُعَذِّبَهُ بَيْنَ اِخْوَانِه يَوْمَ الْقِيَامَةِ.



Artinya: Tersebut  di dalam kitab Al Abraar, Rasulullah saw bersabda: "Perbanyaklah engkau berteman karena sesugguhnya Allah swt Maha Hidup lagi Mulia. Pada hari kiamat Allah swt malu untuk menyiksa hambanya selagi ia bersama dengan teman-temannya."  



Dalam pengertian lain, dapat dikatakan bahwa selagi kita bersama dengan orang-orang alim lagi sholeh yang hidupnya selalu dekat dengan Allah, niscaya jika orang yang berteman dengan dengan orang  tersebut, menurut Hadits tersebut Allah malu untuk menyiksanya karena melihat hamba yang sholeh itu.



Terdapat  dalam kiab Tadzkirah Al Qurthubi;

وَكَانَ وَهَبْ بِنْ مُنَبِّهْ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ: اِنَّ اللهَ دَارٌ فىِ السَّماءِ السَّابِعَةِ يُقَالُ لَهَا الْبَيْضَاءُ تَجْتَمِعُ فِيْهَا أَرْوَاحُ الْمُؤْمِنِيْنَ فَاِذَامَاتَ الْمَيِّتُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا تَلَقّّتْهُ اْلأَرْوَاحُ وَيَسْأَلُوْنَهُ عَنْ أَخْبَار الدُّنْيَا كَمَا يَسْأَلُ

الْغَائِبُ أََهْلَهُ إِذًا قَدِمَ مِنْ سَفَرِهِ عَلَيْهِمْ.

Artinya:  Dari Wahab bin Munabbih ra berkata: "Sesungguhnya Allah swt mempunyai tempat di langit ke tujuh di mana tempat tersebut sebagai tempat berkumpul­nya para ruh orang-orang mukmin. Apabila ada salah satu ahli dunia meninggal, para ruh itu akan menemuinya dan menanyakan khabar tentang dunia persis seperti anggota keluarga yang baru datang dari bepergian."



(وَرُوِيَ) اَلْحَكِيْمْ اَلتِّرْمِذِىْ مَرْفُوْعًا "اِنَّ اَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى عََشَائِرِكُمْ وَأقَارِبَكُمْ مِنَ الْمَوْتَى فَاِنْ كَانَ خَيْرًا اِسْتَبْشِرُوْا وَاِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوْا َاللَّهُمَّ لاَ تَمْتَهِمْ حَتَّى تَهْدِيْهِمْ كَمَا هَدَيْتَنَا.



Artinya:"Diriwayatkan dari Al Hakim dan Imam Turmudzi (marfu) : "Sesunggunya amal-amal kalian  akan diperlihat­kan kepada kawan-kawan kamu dan kerabatnya yang sudah meninggal. Jika amal-amal tersebut bagus maka bergembiralah mereka. Jika mereka melilhat sebaliknya (amalnya buruk) mereka akan berkata: 'Ya Allah, janganlah Engkau hinakan ia, namun  berilah hidayah  sebagaimana Engkau telah memberi hidayah kepada kami."



اَلْأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا اِئْْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اِخْتَلَفَ

Artinya: Rasulullah saw bersabda:  "Ruh itu merupakan kumpulan yang terorganisasi, maka jika saling mengenal maka akan bersatu dan berkumpul namun jika tidak saling mengenal maka akan disalahkan."

Dari ungkapan  Ayat, hadits dan perkatan para shalafusholih yang diambil dari kitab-kitabnya, dapat disimpulkan bahwa berteman dengan orang-orang sholeh akan membawa keberkahan atau kebaikan. Bukan saja akan nmendatangkan ketentraman hidup dalam ridho Allah di dunia saja melainkan akan terus dibawa mati.

Ruh orang meninggal akan saling mengenal, dan Allah akan mamandang salah satu hambanya bersama siapa dia berteman.  Keuntungannya, jika berteman dengan orang-orang yang dekat dengan Allah nisacaya akan selamat gara-gara berteman dengan orang yang dekat dengan Allah.


Sebaliknya Sungguh rugi jika tidak  mau berteman dengan orang-orang sholeh. Kerugiannya bukan saja secara lahiriyah namun akan dibawa sampai mati. Sebab Ruh akan dikumpulkan berdasarkan kawan-kawannya ketika di dunia, dari sumber hadits Rasul dalam Kitab Tradzkirah Al Qurthubi jelas mengungkapkan bahwa jika kita tidak mengenal orang yang dekat dengan Allah, maka ketika di akhirat nanti kita akan dtinggalkannya dan akan bergabung dengan teman-teman akrab ketika kita ada di dunia.

Singkatnya para peziarah seperti yang rutin dilakukan oleh teman teman KH. Najmuddin Muzayyin ke Walisongon tiga hari yang lalu adalah bukti ingin dekat selalu dengan para ulama itu. Karena dari bukti-bukti tulisan ulama, bahwa ruh itu terorganisasi di alamnya, maka bisa jadi harapan kita yang cinta berziarah kepada para alim ulama dan orang-sholeh adalah ingin agar kita menjadi bagian mereka. Alangkah indahnya jikananti kita di alam arwah, bersatu dengan para wali karena kuncinya satu menjaga pertemanan dengan mereka.


Wallahu 'alam bimorodih. 

Penulis, alumni MANU Buntet Pesantren, muride kyai Buntet Pesantren.

Kamis, 28 April 2011

Hemat Pangkal Kaya Rajin Pangkal Pandai


Hemat Pangkal Kaya Rajin Pangkal Pandai. Yes, inilah kata bijak yang semua kita sudah faham betul maksudnya, namun tidak sangat banyak diantara kita yang benar-benar hemat dan benar-benar rajin. Dengan demikian lebih banyak pula kita yang belum kaya dan belum pandai pada bidang yang sebenarnya kita ingin. Selain itu yang perlu diingat adalah bahwa Hemat itu baru pangkalnya saja untuk kaya, dan Rajin itu pun baru pangkalnya saja agar pandai. Kita perlu berhemat dan rajin dalam arti yang lebih luas. Yuk kita kerjakan!, hehe..

JANGAN MENJADI LILIN

“Jadilah lilin… yang membakar diri untuk menerangi… berkorban diri demi kebaikan orang lain!” itulah ungkapan ‘indah’ yang sering disebut orang kita.
Guru umpama lilin.
Kekasih umpama lilin.
Dan pelbagai siri lilin yang lain, terbakar diri untuk memberi.
Simbol pengorbanan.
LIKU DAKWAH
Dakwah adalah jalan yang penuh liku. Dari ujian kesusahan, hinggalah kepada ujian kesenangan malah kejemuan. Dakwah adalah wasilah Tarbiyah yang ertinya pada seni membentuk manusia. Tatkala usaha itu bersabit dengan manusia, banyaklah sakitnya berurusan dengan manusia.
Semuanya ditempuh oleh pendakwah, demi matlamat Tarbiyah yang dijunjungnya, pada seni membentuk manusia.
“Seorang mukmin yang bergaul dengan orang ramai serta bersabar dengan kesakitan akibat pergaulan dengan mereka itu, adalah lebih baik dari seorang mukmin yang tidak bergaul dengan orang ramai serta tidak bersabar atas kesakitan akibat pergaulan itu”
Justeru kesakitan yang dialami oleh pendakwah adalah pada menggauli manusia, sebelum kesakitan berbentuk ujian yang datang dan pergi pada tabiat jalan dakwah.
Dakwah itu perjuangan. Perjuangan seiringan dengan pengorbanan.
JANGAN JADI LILIN YANG TERBAKAR
Dakwah boleh menyinar segar kehidupan manusia yang diseru, mengeluarkan manusia dari gelap kepada cahaya. Jalannya payah dan perlukan sabar, ketika sabar itu digelar Nabi SAW sebagai sinar mentari. Sumber kebaikan, sumber kehidupan, namun sinar hanya datang dari bakaran yang bukan sebarangan.
“… dan sabar itu adalah sinar”
Jika dakwah itu membawa sinar, maka sinar itu jugalah yang perlu dijaga. Usaha menyinari manusia dan alam, terlalu mudah membakar diri orang yang menyerunya sendiri. Manusia penyeru boleh terbakar bukan kerana berkorban, tetapi terkorban kerana hilang kepedulian terhadap tuntutan ke atas diri sendiri. Mengajak orang kepada kebaikan, tetapi membiarkan diri musnah tanpa kebaikan yang sama.
“Pendakwah seperti lilin”… mungkin bukan perumpaan yang hikmah.
Ingatlah pesan Nabi Sallallaahu ‘alayhi wa sallam, agar jangan sewenang-wenangnya kita mahu menjadi lilin:
“Perumpamaan orang yang mengajar orang ramai kebaikan tetapi melupakan dirinya sendiri adalah seperti lilin yang memberikan cahaya ke atas orang lain dan (dalam masa yang sama) membiarkan dirinya terbakar”
Lilin itu menyinar. Tetapi sinarnya hasil terbakar diri. Ia menghasilkan manfaat buat orang lain, tetapi membiarkan diri binasa. Ia membekalkan kebaikan yang dimanfaatkan oleh semua orang kecuali dirinya sendiri. Manusia lain mendapat kebaikan darinya, tetapi dirinya sendiri hancur binasa.
Lilin tidak sedar ketika sibuk menghasilkan cahaya, dirinya sendiri menuju gelita, fana’ dan binasa.
JADILAH LAMPU PELITA YANG MENYINAR
Justeru Baginda Sallallaahu ‘alayhi wa sallam berpesan dengan pesanan yang menampakkan ketelitian pada bicara dan makna, lantas bersabda:
“Perumpamaan seorang yang berilmu yang mengajarkan kebaikan kepada orang ramai, dan melupakan (kepentingan-kepentingan) dirinya adalah seperti lampu pelita yang memberikan cahaya untuk manusia dan membakar dirinya”
Harusnya pendakwah dan pendidik itu jadi pelita.
Gelaran Nabi Sallallaahu ‘alayhi wa sallam kepada mereka adalah si ALIM, bukan sekadar seorang manusia. ALIM itu sandarannya ilmu. Tahu ilmu mendidik orang, tahu ilmu mendidik diri.
Perumpamaan yang baik itu ditujukan kepada seorang alim yang muallim. Seorang yang bukan sekadar tahu-tahu kemudian menyibukkan diri memberitahu, lalu mudah alpa ke atas diri sendiri. Sesungguhnya manusia seperti inilah yang sering menjadi lilin.
Akan tetapi lampu pelita menyinarkan cahaya untuk orang lain, dengan apa yang ada pada dirinya. Dirinya diberikan hak seperti yang sepatutnya, agar boleh terus bekerja dan berusaha. Ilmunya, masanya, tenaganya, semua ini menghasilkan sinar. Yang dikorbankan adalah kepentingan-kepentingan diri yang merugikan, bukannya terkorban diri kerana sibuk memberi. Terbakar itu adalah pengorbanan diri dan bukannya mangsa korban diri,
Merekalah manusia yang hidupnya dengan ilmu itu adalah untuk memberi, hidup bukan untuk diri sendiri.
PESANAN BUAT LILIN
Justeru bagi sekalian yang alpa menjadi lilin, janganlah dirimu terang sebatang hanya sepetang. Engkau harus berusaha menjadi lampu yang sentiasa mengisi diri dengan bahan bakar untuk terus bercahaya. Terbakarnya berterusan menghasilkan kebaikan, dan terus menerus berkorban, bukannya tamat kerana mangsa korban… korban sendiri yang alpa terhadap diri.
Manusia yang tidak memiliki, adalah manusia yang alpa diri, tidaklah dia mampu hidup memberi.
Banyakkan usaha mencari, sebanyak cita-citamu untuk memberi.