Kamis, 28 April 2011

Hari ini Hidupku Harus Berharga dan Berguna. Tidak Perlu Menunggu Orang Lain Membuatnya Berharga Untukku

 “Dia Bisa, Apalagi Saya.”Terdengar seperti kata-kata inspirasional biasa. Padahal kalimat ini kalau diucapkan terus-menerus, terutama di saat sedang tidak percaya diri akan menguatkan Anda. Ucapkan kalimat ini sambil melirik orang yang Anda (diam-diam) kagumi prestasinya. Jangan melirik orang yang sangat luar biasa, karena hati kecil Anda akan menolak. Memandang orang lain secara setara, akan membuat And diliputi perasaan terbebas dari inferioritas.
“Sabar… Orang Sabar Disayang Tuhan.”Setiap orang selalu berhadapan dengan masalah. Masalah bisa datang karena Anda atau berasal dari orang lain bahkan dari suatu ‘ketidakberuntungan’. Misalnya, ketika Anda akan ke kantor, ban motor Anda bocor di jalan, kemudian sebelum sampai kantor hujan turun dengan derasnya, sesampainya di kantor atasan marah-marah tidak mau tahu masalah yang Anda hadapi, bertemu dengan rekan kerja yang tidak munyukai Anda, merupakan sebagian kecil masalah yang mungkin pernah Anda hadapi. Jangan cepat BT dan menganggap diri Anda selalu tidak beruntung, karena hal ini akan menyebabkan Anda menjadi suram, namun katakan pada diri Anda bahwa “Ini hanya sekedar ujian kesabaran dari Tuhan.” Jadi kuncinya adalah “Sabar…Orang Sabar disayang Tuhan, masih untung saya bisa selamat sampai di rumah, dan bersenang-senang dengan keluarga kembali”
“Hari ini Hidupku Harus Berharga dan Berguna. Tidak Perlu Menunggu Orang Lain Membuatnya Berharga Untukku.”Orang sering lupa bahwa setiap detik hidup adalah waktu yang tidak kembali. Oleh karenanya, harganya sangat mahal. Anda bisa membuat hari Anda indah, berharga, bersama orang-orang yang tidak menyenangkan sekalipun. Jangan tunggu ‘kebaikan hati’ orang lain yang membuat hari Anda indah. Mana ada sih dunia yang isinya orang-orang yang asyik semua, pekerjaan yang menyenangkan semua? Tapi itu bisa terjadi kalau Anda mengusahakannya
prcaya diri
Satu-satunya orang yang bisa membuat diri Anda nyaman adalah Anda sendiri. Pikiran Anda. Perlakukan diri Anda dengan baik. Yakinlah bahwa Anda punya kemampuan, Anda adalah orang yang menyenangkan dan Anda pun bisa stylish dan menarik! Lakukan sesuatu dan percayalah, Anda bisa lebih dari bayangan Anda saat ini.


Senin, 25 April 2011

Apa Kita Terjangkit Penyakit Sombong?

Lawan rendah hati adalah sifat sombong. Tentang kesombongan, ditegaskan oleh Allah SWT dalam sebuah hadits qudsi :

الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِ، وَالْعَظَمَةُ ِإزَاِريْ، فَمَنْ نَازَعَنِيْ ِفيْهِمَا قَََصَمْـتُهُ وَلاَ أُبَالِيْ

Kesombongan adalah selendang-Ku, keagungan adalah sarung-Ku. Siapa melepaskan kedua pakaian itu dari-Ku, maka Aku akan membinasakannya dan tidak akan Aku berikan rahmat kepadanya. (HR Muslim)

Syaikh az-Zarnuji memberi nasihat kepada kita agar menjauhi sifat sombong dalam sebuah syair yang tercantum dalam kitab karya beliau, yaitu “Ta‘lîm al-Muta‘allim” :

وَالْكِبْرِيَاءُ لِرَبِّـنَا صِـفَةٌ بِهِ * مَخْصُوْصَةٌ فَتَجَـنَّبْـنَهَا وَاتَّقِى

Kesombongan adalah satu sifat yang dimiliki Tuhan kita
Maka jauhilah sifat itu dan takutlah ( jagalah) dirimu

Mengapa terkadang bahkan seringkali kita sombong? Kenapa setan berhasil menanamkan sifat itu pada diri kita? Biasanya kita akan menyombongkan diri karena kelebihan yang kita miliki. Namun, adakalanya kita bersikap sombong justru untuk menutupi kekurangan kita. Banyak orang berkata,

“Sudah miskin, sombong pula.”
“Tak punya ilmu tapi lagaknya seperti ahli hadits.”
“Air beriak tanda tak dalam.”
“Tong kosong memang berbunyi nyaring.”

Banyak lagi ungkapan yang menunjukkan kesombongan. Kesombongan sebenarnya tak mempunyai kelebihan sedikit pun. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki hanyalah sifat sombong itu sendiri. Dan, sungguh, itu sebuah kerugian.

Berikut ini penulis uraikan hal-hal yang bisa membuat diri kita menjadi sombong. Dengan mengetahuinya, maka kita bisa memohon kepada Allah agar terhindar dari sifat ini. Semoga Allah menjauhkan diri kita dari sifat sombong dan memelihara kita dengan sifat tawadhu‘, amin.
a. Harta
Harta bisa menjadikan diri kita merasa bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri. Harta juga yang membuat kita pamer kepada orang lain, khususnya kepada orang yang tidak sekaya kita, apalagi terhadap orang-orang miskin.

Mungkin kita akan berkata, “Saya berhak sombong karena harta saya melimpah-ruah. Kekayaan saya dimakan 7 (tujuh) turunan juga tidak akan habis. Mulai dari anak, putu (bahasa Jawa, artinya cucu), buyut (cicit), canggah (piut), wareng (anggas), udeg-udeg (piut-miut) dan gantung siwur (keturunan ketujuh).”

Dalam Al-Qur’an al-Karim, Allah membuat perumpamaan orang sombong karena kekayaan kebun yang dimiliki.

Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.”
(QS al-Kahfi [18] : 32-34)

Pertanyaannya adalah, “Apakah kita memang berhak sombong karena harta segunung?”
Ada sebuah kisah yang akan mengingatkan kita bahwa harta kekayaan yang kita miliki nilainya sangat sedikit. Pada suatu malam Khalifah Harun ar-Rasyid sedang gelisah, kemudian beliau meminta pengawalnya untuk mengundang seorang ulama ahli hikmah. Sesampai di istana, ulama tersebut disuguhi hidangan dan minuman air putih. Singkat cerita, terjadilah percakapan antara khalifah dengan sang ulama. Harun berkata,

“Kyai, saat ini saya sedang gelisah. Mohon nasihat dari Kyai agar pikiran saya tenang, hati pun tidak resah. Saya ingin mengaji.”

“Baginda, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jamuan ini. Kalau boleh, saya ingin bertanya,” kata sang ulama.
“Silakan, Kyai.”
“Begini, Baginda. Harga segelas air putih ini berapa ya?”

“Saya kira mau bertanya apa, Kyai. Harga segelas air putih itu murah sekali, hanya beberapa dirham. Kalau Kyai mau, nanti saya kirim berbotol-botol ke rumah Kyai. Bila perlu, sebanyak air di kolam istana.”
Sang ulama tersenyum tulus mendengar tawaran Harun ar-Rasyid. Baginya, senyum adalah ibadah, sebagaimana dicontohkan sang teladan mulia, Nabi Muhammad saw. Selanjutnya, ulama itu pun menjawab,
“Terima kasih atas kemurahan hati, Baginda. Kalau diperkenankan saya ingin bertanya lagi. Misalnya saja musim ini musim kemarau yang sangat panjang, sehingga kerajaan ini dan kerajaan-kerajaan lain kekeringan—hanya tersisa satu gelas air ini saja yang bisa diminum. Kira-kira, Baginda mau membeli segelas air ini dengan harga berapa?” lanjut sang ulama.
Suasana hening sejenak. Harun ar-Rasyid mengerutkan keningnya untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan sang ulama—pertanyaan yang baginya sungguh aneh. Namun, dia percaya tidak mungkin sang ulama akan sembarangan bertanya, pasti ada hikmah di balik itu semua. Lalu sang Khalifah pun menjawab dengan mantap,
“Kyai, kalau memang itu terjadi, maka berdasarkan fiqh bahwa mempertahankan hidup hukumnya wajib, saya akan membeli segelas air putih itu dengan seluruh kerajaan saya beserta isinya. Harta bisa dicari Kyai, asalkan kita masih hidup.”
Sang ulama mengangguk pelan tanpa suara, menunjukkan dia benar-benar mengerti bahwa Harun bersungguh-sungguh dengan jawabannya. Dengan suara yang begitu tenang dan lembut, sang ulama melanjutkan nasihatnya,
“Begitu ya, Baginda. Kalau memang itu yang akan Baginda lakukan; maka ingatlah, ternyata seluruh harta kekayaan Baginda—kerajaaan beserta isinya—hanya seharga segelas air putih ini. Betapa Allah Maha Kaya, sedangkan kita makhluk yang fakir.”
Suasana kembali hening, kali ini lebih lama dari sebelumnya. Tiba-tiba, air mata menetes membasahi pipi Khalifah Harun ar-Rasyid. Sambil menangis, sang Khalifah berkata ,
“Kyai... Terima kasih atas nasihat bijaknya.”
Kisah di atas juga tercantum di buku tulisan Dr. ‘Aidh al-Qarni yang berjudul “Nikmatnya Hidangan Al-Qur’an (‘Alâ Mâidati Al-Qur’an)”, dengan versi yang berbeda namun intinya sama. Wallâhu a‘lam bish-shawâb. Seorang ulama bertanya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid,

“Jika engkau tidak diizinkan Allah untuk meminum seteguk air-Nya, dapatkah kiranya engkau menebusnya dengan kekayaan dari kerajaanmu?”
“Demi Allah, tidak!” jawab Harun.
“Wahai Harun, dapatkah engkau menebus air yang telah engkau keluarkan dengan setengah perbendaharan kerajaanmu?”
Maksud air yang telah dikeluarkan adalah keringat, air seni dan sejenisnya. Bila Harun ar-Rasyid tidak bisa berkeringat, buang air kecil dan meneteskan air mata, apakah bisa ditukar dengan setengah perbendarahaan kerajaannya? Mendengar pertanyaan itu, Harun sadar bahwa apa yang dia miliki hanya sedikit saja. Dengan keyakinan mantap, Harun menjawab,
“Tidak, demi Allah. Kerajaan yang nilainya tidak lebih banyak dari seteguk air, bukanlah kerajaan yang sesungguhnya.”
Dari cerita tersebut, tidakkah kita sadar bahwa kita ini fakir? Apakah layak kalau kita sombong karena harta yang kita miliki?
Barangkali kita akan berkilah, “Ah, itu kan misalnya, hanya sebuah cerita; kalau musim kemarau berkepanjangan sehingga semua negara kekeringan. Itu dogma, tidak akan terjadi, apalagi di Indonesia. Di negara kita, air melimpah, banyak perusahaan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), bahkan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) pun masih aman-aman saja.”
Kalau memang itu argumentasi kita, apakah kita tidak tahu bahwa Allah Maha Kuasa (Al-Qâdir) untuk mengembalikan kita seperti bayi lagi yang tidak punya harta sesen pun, dan itu bisa terjadi dalam hitungan detik sebagaimana Qarun dan seluruh hartanya? Tidak ingatkah kita bagaimana tsunami di Aceh telah meluluh-lantakkan semua bangunan? Apa kita lupa bagaimana gempa yang terjadi di nusantara serta belahan lain bumi ini telah meratakan semua rumah dan gedung? Harta yang kita kumpulkan bertahun-tahun, langsung lenyap dalam sekejap.

Mungkin kita masih menampik fakta tersebut dengan berkata, “Itu kan memang daerah rawan. Rumah saya di daerah aman, tidak akan ada tsunami atau gempa. Jadi tidak perlu kuatir.”

Kalau memang itu dalil kita, lupakah kita bahwa setiap musim liburan/lebaran, ada saja rumah, kompleks pertokoan atau pasar yang terbakar; dengan penyebab klasik, yaitu listrik korslet (hubungan arus singkat)? Padahal sudah ada pengaman listrik seperti sekering dan MCB (Mini Circuit Breaker)? Bukankah sudah kita lihat bersama-sama bagaimana banjir melanda berbagai wilayah negeri ini termasuk kota besar seperti Jakarta? Dalih apa lagi yang akan kita ajukan?
Bermegah-megahan dalam harta dan segala yang bersifat kebendaan bisa melalaikan kita akan pertemuan yang pasti di hari yang dijanjikan. Terlalu sibuk dalam sarana dan melupakan tujuan utama adalah suatu kebangkrutan. Bermegah-megahan dalam harta berarti usaha memperkaya diri dengan mengumpulkan dan menimbun kekayaan materi untuk dinikmati, tetapi tidak dinafkahkan sesuai hak dan kewajiban. Dengan demikian, itu justru berarti kemelaratan yang menyibukkan. Umur habis untuk mencari tetapi hakikatnya tanpa hasil.
Siapa yang mendahulukan bentuk daripada isi, mendahulukan kulit luar daripada niat dan tujuan utama, mendahulukan dunia daripada akhirat, dan mendahulukan makhluk daripada Khaliq adalah seorang hamba yang sesat jalan dan buruk nasibnya di akhirat kelak.
Sudah lupakah kita bahwa seluruh nikmat yang kita terima adalah anugerah Allah? Apakah kita mengira bahwa nikmat itu akan kekal selamanya? Apakah kita tidak memperhatikan firman Allah bahwa yang berhak sombong hanyalah Beliau Yang Maha Memiliki Kebesaran (Al-Mutakabbir)? Kalau kita mengenakan pakaian kesombongan, bukankah itu berarti kita menantang Allah? Tidakkah itu mengandung maksud bahwa kita memproklamirkan diri sebagai tuhan? Kalau sudah begitu, siapakah yang sanggup melawan Allah, Penguasa Alam Semesta (Mâlik Al-Mulk), Raja Diraja (Al-Malik) dengan semua ke-Mahagagahan dan ke-Mahaperkasaan-Nya? Wal ‘iyâdzu billâh.
Rasulullah Muhammad saw. bersabda :

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْـقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidaklah masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan sebesar dzarrah (atom). (HR Bukhari)
Menyadari kefakiran kita, marilah kita bersama-sama bermunajat kepada Allah :

اللَّهُمَّ لاَمَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَاۤدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Ya Allah, tiada yang dapat mencegah apa yang Engkau anugerahkan, tiada juga yang memberi apa yang Engkau cegah, tiada pula yang dapat menolak apa yang Engkau tetapkan. Tidak berguna dan tidak pula dapat menyelamatkan seseorang dari kekayaan, kedudukan, anak, pengikut dan kekuasaannya. Yang menyelamatkan dan berguna baginya hanyalah anugerah dan rahmat-Mu.

Minggu, 24 April 2011

Rahsia Cinta Sejati

Kebahagiaan Cinta Yang Abadi Selamanya..

Tentang Lelaki Idaman Wanita

Apakah ciri-ciri lelaki idaman wanita? Saya cukup pasti setiap wanita secara individu mesti ada ciri-ciri khusus tentang lelaki idamannya dan ciri-ciri itu pula hampir tidak banyak bezanya jika dibandingkan dengan wanita lain secara keseluruhan.

Okay, ciri yang biasanya bagi wanita tentang lelaki idaman mereka ialah:

Beriman(bagi mereka yang beragama Islam), romantik, pembersih, bijak atau berilmu, mempunyai pendapatan tetap atau stabil, kelakar atau lucu, tak kedekut, “handsome”, sihat, peramah, menghormati orang tua dan keluarga, boleh/mampu memimpin wanita, tak cemburu buta, tak mengongkong, dan banyak lagilah.

Namun, seperti biasalah, bila dah dapat lelaki idaman yang memenuhi ciri-ciri diidamkan dan menjalinkan perhubungan cinta, tiba pada tahap tertentu dalam perhubungan masalah timbul. Di awal perhubungan semuanya indah, semakin hubungan berkembang dan masa berlalu konflik pasti akan wujud. Di sinilah masalah bermula.

Ingat ya, “ Perhubungan yang sebenar hanya bermula selepas berlakunya konflik di antara pasangan”. Konflik “pertama” yang terjadi di dalam perhubungan anda itu, dan juga seterusnya boleh dijadikan ukuran adakah pasangan anda itu adalah lelaki idaman anda.

Macamana tu? Okay, nak tahu adakah lelaki idaman anda tu benar-benar lelaki idaman ialah anda perhatikan semasa dia tengah marah. Marah tu bukanlah marah biasa-biasa saja tapi sesuatu perkara yang memang membuatkan dia marah sehingga nampak macam nak meletup. Pada masa itulah anda boleh lihat cara dia menguruskan emosinya. Pada masa itulah anda dapat lihat adakah dia mampu mengawal dirinya dan cara dia menguruskan keadaan.

Adakah dia terus merajuk? Terus tidak mahu bercakap dengan anda berjam-jam atau berhari-hari lamanya?

Adakah dia memaki hamun anda dan mengeluarkan perkataan kasar yang anda tidak langsung terfikir akan keluar dari mulutnya terhadap anda?

Adakah dia akan terus mengamuk, memaki-hamun, menendang apa yang ada di sekelilingnya, dan tidak cukup dengan itu, mengherdik dan mengugut anda, atau mungkin juga menampar, menumbuk, dan mencederakan fizikal anda? (ramai wanita merasai pengalaman seperti ini bersama “lelaki idaman” mereka).

Atau, dia sedar dia marah, dan cuba sedaya upaya “cool”kan dirinya. Dia dapat mengawal diri dengan baik walaupun anda sedar dia memang tengah “mendidih”. Kemudian dia akan cuba menyelesaikan masalah dengan sebaik mungkin. Mungkin juga dia minta masa untuk dirinya bersendiri buat seketika sebelum menyambung kembali komunikasi dengan anda untuk menyelesaikan konflik. Walaupun dia ambil masa sikit untuk menangani konflik yang berlaku, namun tindakannya membuatkan anda rasa selamat.

Ya, saya kata “selamat”. Apa yang sebenarnya membuatkan seseorang lelaki itu menarik, ialah dia berkeupayaan untuk membuatkan pasangannya berasa selamat. Bila digabungkan iaitu dia mampu membuatkan anda berasa selamat dan juga istimewa, maka dia bukan sahaja lelaki idaman anda, malah lelaki idaman semua wanita!

Adalah mudah bagi lelaki untuk membuatkan wanita rasa dihargai dan “special”. Tetapi tidak mudah bagi semua lelaki untuk melayan wanita/pasangannya dengan baik, dengan “beradab” bila lelaki tersebut sedang benar-benar marah. Berasa diri dihargai, istimewa, tidak sama langsung dengan berasa diri selamat.

Tindak balas atau respon bila dia marah akan menentukan sebanyak mana anda rasa selamat berada di sampingnya dan tanpa pengetahuan anda tentang perkara ini, anda mungkin tidak akan mampu untuk mempercayainya seperti mana yang dia inginkan.

“Mampu Memimpin Saya”

Ini adalah satu lagi ciri lelaki idaman hampir setiap wanita. Lelaki yang mampu memimpin. Ramai wanita setuju kalau dikatakan suami adalah pemimpin dalam sebuah keluarga. Memimpin pula boleh dikatakan membawa isteri/pasangan ke arah jalan yang benar. Memandu pasangan supaya jadi seorang yang baik, berbudi pekerti, menjaga maruah pasangan/isteri, dan sebagainyalah.

Dari sudut lain, bila wanita menyatakan antara ciri lelaki idamannya ialah lelaki yang boleh memimpin dirinya, secara tidak langsung dia telah meletakkan kebahagiaannya di atas tangan orang lain. Bila dia mendapat pasangan/bf/suami, maka dengan harapan yang tinggi menggunung semoga lelaki idamannya itu akan menjadi penunjuk arah dalam hidup dan pelindung dirinya.

Dalam dunia hari ini, banyak perkara tak diduga berlaku. Setelah menjadi pasangan, wanita didera, dihina, dan “dipimpin ke arah yang benar” oleh pasangannya – dari menutup aurat kepada membuka aurat, dari dilindungi maruah kepada dicabul maruah, dan sebagainya.

Soal pokok dan utama di sini, anda sebagai wanita perlu menjadi pemimpin kepada “diri anda sendiri” sebelum membenarkan pasangan/suami memimpin anda. Menjadi pemimpin kepada diri anda sendiri terlebih dahulu membolehkan anda menjadi seorang wanita yang kuat dan jitu semangat, jiwa dan raga sekaligus membuatkan pasangan anda kagum dan bangga memiliki anda sebagai pasangan.
Pastikan bukan si dia seorang sahaja yang memimpin anda, kerana perhubungan yang sentiasa indah dan cinta sejati adalah berkonsepkan kedua pasangan sentiasa beriringan dalam memimpin di antara satu sama lain.

Apa Itu Kesetiaan Cinta

Ketika kita sedang dilanda asmara…entah pria atau wanita.. Yang ada d mata hanya kekasih seorang…
Entah dia pacar , teman hidup atau pujaan rahasia kita.. (entah kita miliki atau tidak) rasa di dalam dada hanya ada dia…
Walaupun kita dihadapkan banyak seseorang yang mungkin lebih tampan , cantik, baik, sholeh, sholehah atau apapun yang lebih baik dari kekasih hati..tetap saja tidak ada pilihan…hanya kekasih hati yang menjadi pilihan, meskipun kita tak akan pernah termiliki….
———————————————————————-
tidak pernah terbesit di dalam benak seraut wajahpun selain kekasih, hanya kekasih yang ingin anda ajak tertawa dan menangis, hanya pada kekasih…anda ingin memberikan yang terbaik yg bisa anda berikan.Bukan dia yang anda sebut adik atau kakak (angkat), atau teman curhat…
—————————————————-
demikian teguhlah kekuatan hati seseorang yang sungguh-sungguh jatuh cinta…
(jika anda tidak demikian,tanyalah pada diri sendiri…apakah anda (masih) mencintai  dia (yang anda sebut kekasih hati-red).
———————————
Kesetian dalam romantisme dan drama cinta, tidak hanya berlaku pada 2 orang yang saling mencintai (pacar atau rumah tangga) tapi berlaku dan berhak dimiliki oleh siapapun yang sedang merasakan jatuh cinta.
Dengan sendirinya rasa setia itu muncul (rasa tak ingin berpaling) seiring cinta itu tumbuh, kesetiaan adalah tulus adanya…bukan sebuah tuntuttan dalam berhubungan atau bumbu cinta dalam berhubungan.
kesetiaan sebagai indikator rasa cinta, bukan cinta dulu baru sepakat setia atau setia dulu baru sepakat cinta…
—————————
jika dalam hubungan itu ada salah satu yang sedikit berpaling…
anda atau dia tidak harus marah, jika kurang (tidak) setia. Karena itu bukan tuntuttan, kesetiaan bukan tuntuttan dalam berhubungan…kesetiaan bukan kesepakatan 2 org atau paksaan…
bertanyalah dalam hati??? buka mata, buka telinga…lapangkan dada…apakah anda masih mencintainya atau dia masih mencintai anda????
==========================================

sadarilah bahwa cinta dunia adalah fana dan jodoh adalah rahasia ilahi
jangan paksakan diri lagi…
++++++++++++++++++++++BERDOALAH PADA YANG MAHA PEMBERI, Jika dia adalah yang terbaik maka dekatkanlah kami,,,jika dia bukan yang terbaik maka jauhkanlah kami…
sesungguhnya semua yang terjadi adalah RencanaMu di dalam hikmah yang dalam,
meski aku harus melaluinya dengan tawa dan air mata.


Sabtu, 23 April 2011

Wanita dan Celana Pendek*******ANTARA MODE DAN NORMA


Bukan bermaksud untuk melecehkan, tp ini memang kenyataan kalau kebanyakan dari wanita jaman sekarang senang menggunakan celana pendek(diatas dengkul). Kebanyakan dari mereka adalah ABG berumur 14 sampai 22 tahun. Ini terbukti dengan banyaknya wanita dengan busana seperti itu yg dapat dilihat disekitar kita. Dampak media, terutama media TV begitu besar membius mental anak-anak negeri. Artis-artis yang otaknya pindah ke dengkul atau yang sudah tak berotak sekalipun dengan senang hati menghancurkan bangsa sendiri. Entah sadar atau tidak, apa yang mereka lakukan akan diitiru bagi siapa saja yang melihatnya, terutama ABG-ABG Indonesia yang notabene masih dalam tahap pencarian jati diri.

Lihatlah, makin ramai saja anak-anak SMA ataupun yang masih SMP yang bercelana pendek keluar rumah(sory ya fotonya gw pajang disini, hahah). Dahulu mereka risih, namun diajarin sama TV lewat seleb-seleb yang ‘edun’ itu bahwa celana pendek itu wajar dipakai cewe-cewe buat hang out. Dan akhirnya para remaja mencoba untuk mengikuti gaya mereka. Mereka pun nggak sempet mikir, berlenggak-lenggok tak berdosa di depan kamera dan mempublikasikannya lewat internet seperti facebook. Tanpa sadar sembilan dari sepuluh remaja sudah dia jerumuskan. Baju-baju ketat dianggap sudah biasa, tak pakai baju rangkap hingga nampak beha juga sudah dianggap lumrah, nampak pinggu hingga kelihatan kolornya dianggap biasa aja. Bersolek, nongkrong, wara-wiri pakai matik mamerin paha yang belang-belang bekas cacar air, sampai pakai aksesoris yang aneh-aneh.


Walaupun begitu hal ini tidak mudah untuk merubah penampilan mereka, seperti pernyataan dari teman saya, sebut saja namanya rani "emang sih awalnya gue rada malu tapi karna banyak temen gue yg pke, jd biasa deh. Lagian lebih nyaman aja klo pake celana pendek, jadi ya santai aja", katanya waktu waktu gw tanya-tanya soal celana pendeknya hehe. Kondisi masyarakat memang semakin menyedihkan. Rasa malu itu sudah hilang dari hati umat manusia. Justru sebaliknya pornografi berkembang pesat. Berbagai media senantiasa memberitakan munculnya tindak asusila yang dilakukan oleh para pelajar yang masih berusia belasan tahun.

Dan parahnya, orang tua mereka kebanyakan justru bangga kalau anak perempuannya gaul, banyak teman, punya cowok, pakai baju-baju keren. Mereka justru malu jika anak perempuan mereka menutup tubuh, pakai jilbab diibilang ninja, banyak berdiam di rumah dibilang kuper, atau jika anaknya tetap jomblo tak punya pacar. Orang yang memiliki peduli terhadap norma tentu merasa sedih dengan fenomena ini. Yang dinamakan busana muslim pun tak lepas dari penyakit membuka aurat. Bisa jadi kerudung dibalutkan di kepala, atau sangat tipis sehingga tetap menampakkan kulit dan rambutnya. Kerusakan ini sangat mungkin masih akan terus berkembang semakin parah. Jika kita renungkan sabda Rasulullah yang tersebut di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah ra:

“Dua orang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, kepala mereka laksana punuk onta miring yang tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya aromanya bisa didapat dari jarak sekian sampai sekian.” (HR Muslim)

BARON & JHONI Cita-Cita Ingin Menjadi Hakim



HUMOR.....

Dua orang sahabat Baron dan Joni baru lulus dari SMU, mereka mempunyai rencana melanjutkan ke perguruan tinggi.

Baron : "Jon, kamu nanti ngambil fakultas apa?"

Joni : "Rencananya sich aku mau ngambil fakultas hukum."

Baron : "Wah, kamu mau jadi pengacara ya?"

Joni : "Enggak ah, aku kan pengen cepet kaya!"

Baron : "Memangnya kamu mau jadi apa dong?"

Joni : "Aku mau jadi HAKIM saja!"

Baron : "Memangnya jadi HAKIM bisa lebih cepet kaya..?"

Joni : "Jelas dong, HAKIM kan yang ngambil keputusan di pengadilan..."

Baron : "Terus, apa hubungannya..?"

Joni : "Ya, sesuai dengan namanya saja. HAKIM, Hubungi Aku Kalau Ingin Menang!"

Baron : "???????"

Jumat, 22 April 2011

JAGA SILATURAHMI WALAU LEWAT TELPON


"Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR Bukhari Muslim)

--- ------ ---

Ini nih rasanya yang agak sulit dilakukan belakangan ini...menjaga silaturahmi..terutama dengan orang tua.


Kapan terakhirkali aku ketemu masa mama?
mungkin sekitar 3 bulan yang lalu....
kapan terakhir ketemu sama mertua?
kira2 dua bulan yang lalu..entahlah aku pun lupa..
Aku bisa ketemu sama mereka itu pun karena mereka yang mau repot-repot berkunjung kesini. Padahal sudah seharusnya sebagai anak, aku dan Daddy yang mendatangi mereka.....


Aku memang kadang terlalu cuek, bahkan menelpon pun jarang sekali. Baru belakangan ini aku menyadarinya. Tadinya ku pikir aku ingin menjadi sangat mandiri tak merepotkan, tak manja, tak merengek-rengek sama mama soal ini itu...tapi jadinya aku malah terlalu jauh dengan mereka..entahlah...kuharap dunia tidak terlalu lama memalingkanku dari kewajibanku untuk menjalin silaturahmi dengan orang tuaku, baik dengan mertua maupun dengan ibu bapakku...

Mamaku tinggal di Sukabumi, mertuaku di Karawang..aku sendiri di Bandung..tapi tidak seharusnya jarak dijadikan alasan untuk tidak peduli. Setidaknya menyapa lewat telpon...menanyakan kabar atau apapun yang akan membuat kasih sayang antara aku sebagai anak dan orang tua terus terjaga. Alhmdullilah sekarang aku mulai menyadarinya...dan bertekad untuk berubah...

Sebenarnya mamaku tidak terlalu crewet kalau aku lupa menelpon atau pun jarang mudik, tapi mertuaku sebaliknya. Ibu mertuaku suka ngomel-ngomel kalo aku lupa menelpon. Tapi memang, mertuaku jauh lebih perhatian soal ini itu...

Betapapun rumitnya hubunganku dengan ibu mertuaku, tapi banyak sekali hal yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikiranku.


Dulu ketika aku masih tinggal dengan mereka, pagi2 ibu mertuaku yang menyiapkan sarapan untukku. Saat aku melahirkan, cuma ibu mertuaku dan Daddy yang menungguiku, bahkan mamaku sendiri tak tau kalo aku sedang di Rumah sakit. Ibu mertuaku juga yang menyuapiku saat aku masih terbaring lemah, menucucikan darah nifasku, memakaikan pakaian ku dan yang menungguiku tidur sampai 40 hari pasca persalilanku...

Luar biasa... padahal semua itu dulu tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena kehadiranku di tengah keluarga Daddy, bukanlah seseorang yang diharapkan...tapi begitulah Alloh mengaturnya. Karena hanya Dia yang membolak balikan hati hamba-Nya. Tak ada yang
tak mungkin dengan kekuatan doa..

Lalu bagaimana dengan ibuku? sepertinya tak perlu diungkapkan lagi bagaimana peranan seorang ibu...tak aka ada pernah ada ruang yang cukup untuk menuliskannya...
Tapi apa balasanku, sebagai anaknya...? jangankan berkunjung, menelpon pun enggan rasanya....

Pokoknya mulai sekarang, harus berubah...harus bisa menjaga silaturahmi dengan mereka. Karena tak pernah ada yang tau kapan maut memisahkan...mungkin besok, mungkin lusa...selagi masih ada kesempatan...segera bergegas meminta maaf, atas segala khilaf...dan kembali merajut tali silaturahmi yang sempat renggang karena sibuknya mengejar dunia.

WANITA SEJATI


Wanita Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,

tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang diberikan,

tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan tersebut.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keahliannya berbahasa,

tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya berpakaian,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia berani mempertahankan kehormatannya

dengan berpakaian Muslimah.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

makan malam dipantai


Malam ini kita makan malam dipantai sebelah hotel.
Tadinya kita mau piknik dihalaman hotel tapi ternyata kagak boleh... ya ngertilah kita juga.
Ternyata disisi kiri kanan hotel emang luas banget lahan buat berpiknik atau BBQ. Banyak juga tetangga kita yang barengan BBQ atau piknik atau kemping disini.

Photobucket
Kebetulan sore ini keluarga Rizal juga dah nyampe Dibba jadi kita bisa kumpul semua makan malam dipantai.
Menu utamanya adalah sate ayam bawaan nya Ani lalu sate ayam gede dan BBQ steak bawaannya Ita dan balado ikan dan udang serta asinan buah bawaannya Cut.
Kalau bawaan daku makanan beratnya baru akan dimakan besok, yakni steak daging dengan saus peri2.

Photobucket
Tapi malam ini saya bikin martabak manis dan bawa salad dan wortel mini.
Malam besok bakalan ngeluarin siomay dan steaknya, maklum saya kan bawa elektrik cooler.

Ini penampilan electric coolernya, mereknya mobicool, bisa dingin terus selama perjalanan karena yang selain bisa dicolok dimobil biasanya ditempat lighter atau di mobil kami kebetulan soket tambahan jadi gak perlu dari lighter.
Lalu, dengan converter khusus bisa juga dicolok di soket listrik biasa dikamar hotel, jadi udah mirip ajah dengan bawa lemari es.
Malah ada yang jual freezcooler, yang bisa bikin es batu, tapi jangan tanya harganya, udah mirip dengan beli lemari es ajah.
( bisa diintip di: http://www.mobicool.com/)

PhotobucketSerius banget Ani ambil makanannya.... lihatnya ampe geli...
Malam ini saya hanya makan steak sepotong kecil, 2 tusuk sate buatan Ani dan Ita, martabak manis 1 potong kecil dan salad.
Gak nafsu juga makan beneran ternyata....
Padahal yang lain kayaknya semangat banget makannya....

Photobucket
Abis makan kita ngobrol2 ampe lumayan malam jam 11...
secara tadi pagi baru datang... tapi semangat deh ngobrolnya. Padahal pastinya badan juga capek seh.

Photobucket
Baru inget babak pertama bakar2an adalah sate dan babak terakhir baru steaknya Ita...
enak lho empuk.. gak sendal mode on...
Itu si mas Anto ketumpahan kecap astaga deh mas....
hahahaha...

Latihan Pengencangan Otot Lengan


Caranya sederhana. Hanya dengan menggunakan dua dumbell atau beban sudah dapat melatih kekuatan otot lengan. Latihan beban difokuskan pada otot bisep. Adapun gerakannya disebut hammer curl, yaitu gerakan seperti memegang palu. Buang napas saat bagian terberat dan tarik napas pada bagian teringan. Pada latihan ini yang akan terkena adalah otot full arm.

Yang dilakukan selanjutnya adalah gerakan yang disebut alternate dumbbell curl. Menurut Ade Rai, gerakan ini sangat baik untuk melatih otot bisep. Bagi yang sudah sering bisa berlatih sekitar 4-6 kali. Ade menyarankan agar dumbell yang dipergunakan disesuaikan dengan kekuatan. "Jadi jangan terlalu memaksakan," ujar dia.

Latihan lainnya adalah dengan concentration curl dengan posisi duduk. Latihan ini berkonsentrasi pada otot lengan sehingga yang terlatih adalah otot dalam dan otot luar. Anda pun bisa mendapatkan variasi latihan yang dikenal dengan nama twenty-one atau 21. Gerakannya mirip dengan alternate dumble curl, tapi lengan tidak ditekuk penuh melainkan setengah lengan dengan tujuh hitungan hingga berjumlah 21.(YNI)