Kamis, 21 April 2011

Doa Seorang Ayah

Aku seorang perantau



Assalamualaikum dan selamat sejahtera.Nukilan sajak hari jumaat yang mulia ini. Moganya ia bermanfaat untuk anda dan aku sendiri.

Aku seorang perantau…
Meniti jalan kehidupan yang semakin mencabar….

Arus duniawi yang kian membuak di fikiran ini…

Apakah mampu untuk ku teruskan perantauan ini…

Doa dan harapan menggunung ibubapa di kampung halaman…

Aku seorang perantau…
Kini aku sudah berada diseparuh jalan..

Masih banyak lagi liku-liku kehidupan yang harus ku tempuhi…

Janganlah aku tergelincir dari matlamat asal ku ini…

Jalanan sepi perantau ini akan ku teruskan ..

Andai aku tersesat jalan, Ya Allah berikan aku Nur Hidayah mu

Agar aku sentiasa terus berada di landasan yang betul…

Dan aku memerlukan teman yang sejati , insan yang sering berada dipangkuan ku ,di ketika waktu susah dan senang..

Aku yang masih diperantauan, mencari rezeki, menimba ilmu duniawi dan ukhrawi…

Demi kesenangan masa hadapan…

Aku seorang perantau…
Ku belajar erti kesepian, kini baru aku merasa peritnya berjauhan….

Teman-teman ku rindukan, kegembiraan ku tinggalkan, kebahagian ku korbankan, dan kecintaan ku dambakan…

Yang bersikap sinis, menegur memberi nasihat, namun diri sendiri ini masih berkarat….

Kononnya akulah yang berserban berketayap, di depan bagaikan malaikat, namun di belakang , tiada siapa yang tahu…

Kerana itulah aku keseorangan, menyepi untuk ketenangan…

Merindukan kenangan-kenangan silam, beginilah waktu ditelan zaman….

Menjadi perantau yang kesepian.. apakah aku akan terus kesepian???

Polisi Terus Usut Cuci Otak ala NII


MALANG–Aparat Polresta Malang hingga kemarin (19/4) masih sibuk menangani kasus hilangnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bernama Mahatir Rizki, 19, sejak 19 Maret lalu. Kali ini bukan semata kasus orang hilang, tapi ada dugaan terkait dengan cuci otak yang ditengarai dilakukan para aktivis Negara Islam Indonesia (NII). Hilangnya Rizki menjadi perhatian publik di Kota Malang setelah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang pada Senin lalu (18/4) merilis namanya masuk dalam daftar korban perekrutan organisasi NII.

Rizki diduga dipengaruhi secara psikologis dan didoktrin untuk menjadi pengikut NII. Berdasarkan rilis PMII, ada sembilan mahasiswa yang masih aktif kuliah di UMM yang diduga telah menjadi korban pencucian otak bermodus agama oleh NII. Mereka adalah Maya Mazesta, Agung Arief Perdana Putra, Mahatir Rizki, Fitri Zakiyah, Recki Davinci, M. Hanif, Wahyu Darmawan, Reza Yuniansyah, dan M. Recky Kurniawan.

Namun, doktrinasi agama oleh NII itu mungkin juga terjadi di kampus lain di Kota Malang. Misalnya, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Brawijaya (UB). Dugaan bahwa sembilan mahasiswa itu, termasuk Rizki, menjadi korban perekrutan aktivis NII, antara lain, berdasar pengakuan M. Hanif (salah seorang di antara sembilan mahasiswa itu). Kepada Radar Malang (INDOPOS Group), Hanif mengaku bahwa dirinya diajak Maya dan Agung.

’’Saya diajak berkumpul dua kali. Saat itu kami didoktrin oleh dua orang. Namanya Adam dan Fikri,’’ ungkapnya. Kepada Hanif serta teman-temannya yang lain, Adam dan Fikri menyatakan bahwa kebangkitan Islam akan terjadi pada abad ke- 21. Tapi, syaratnya, warga Indonesia harus melaksanakan ajaran Islam secara total, baik dengan harta maupun jiwa raga.

Bahkan sang pendoktrin, kata Hanif, mengungkapkan, amal kebajikan seseorang tidak bisa diterima sebelum berhijrah. Maksud hijrah itu adalah pindah dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi warga negara Islam. Di antara sembilan mahasiswa tersebut, Hanif termasuk yang tidak mau didoktrin. Berdasar laporan paman korban kepada polisi, mahasiswa asal Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sadia, Mapunga, Kota Bima, tersebut pergi dari rumah kos pada Sabtu, 19 Maret lalu. Dia berangkat pagi seperti hendak berangkat kuliah.

Bagaimana mereka didoktrin? Modus yang dipakai pelaku adalah mengajak berhijrah dan bergabung dengan gerakan NII. Caranya, pelaku mendoktrin (brain washing) korban bahwa mereka dianggap kafir selama mengikuti NKRI. Jaringan pelaku diperkirakan sudah sangat kuat. Terbukti, ada beberapa nama yang disebut korban sebagai mahasiswa asal Jogjakarta, Jakarta, Surabaya, dan Cirebon.

Termasuk karyawati Kemenhub asal Kemayoran, Jakarta Pusat, ’’Para korban adalah mahasiswa baru yang didekati sejak sebelum memperoleh sentuhan pembekalan orientasi studi di kampus. Calon korban mula-mula diajak bertemu dan berdiskusi di mal, restoran cepat saji, atau kafe-kafe. Korban lalu diajak ke sebuah tempat di Jakarta dengan rute Surabaya– Jogja–Jakarta,’’ ungkap Pembantu Rector III UMM, Joko Widodo.

Menurut dia, untuk alasan uji kesetiaan selama perjalanan, mata korban ditutup sampai turun di rumah tempat pembaiatan. Korban dibaiat lalu diberi nama baru. Sebagai bukti kesetiaan pula, korban diminta menyerahkan sejumlah uang, berkisar Rp 10 juta–Rp 30 juta, dengan cara membohongi orang tua. Korban yang sudah terpengaruh juga ditugasi merekrut anggota baru dari lingkungan kelas dan teman main mereka. Rata-rata korban menaatinya. (hap/war/jpnn/c5/kum)

Rabu, 20 April 2011

Pemuda mencoba tenang dan zuhud ...


Banyak hal yang saya alami beberapa hari ini penuh dengan gejolak, antara senang dan sedih, antara cita cita, harapan dan cinta, ufhh... memang sulit, aku pun bingung menyesuaikan itu semua dalam waktu 24 jam, andai saja aku punya alat doraemon huehehehe, ahh bodoh amat semua itu tetap kujalani dengan senyuman, dan tetap tegar, ini semua demi cita cita dan harapanku, kalau semua sudah terwujud aku akan kembali ke masalah apa yang disebut dengan cinta hehehe, itu suatu kebutuhan ...

tapi yang namanya cinta sulit ditebak semua saya serahkan keada ALLAH aja,
Allah know the best for me, and now i wanna try to near with ALLAH,

AND NOW pelan pelan tapi pasti aku mencoba berusaha untuk bisnis di internet dan berdakwah, yaa kecil kecillan dulu ajah... :)

Makan dan minumlah dengan tangan kanan


"KEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA dengan Membiasakan Makan dan Minum Memakai Tangan Kanan"
Mengapa masalah ini penting? Karena Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda (yang artinya):

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena syaithan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri." (HR. Muslim)

" Karena HIDUP adalah NIKMAT Terbesar "


Saudara dan saudari Q,, prnahkah kita brtany kpada diri kita, " mengapa d stiap kali bangun tdur, kita d ajarkn ntuk brdo'a & mnsyukuri nikmat khidupan ???


Jawabanny Bukan ntuk mensyukuri atas nikmat mendapat kesehatan badan, bukan pula atas nikmat rezeki brupa makanan, rumah, pakaian, atau barang dunia lainny.. !!


Tetapi ntuk mensyukuri atas nikmat hidup, krna sesungguhny NIKMAT HIDUP ADALAH NIKMAT TERBESAR yg Allah berikan kpada manusia.. Betapa berhargany HIDUP,, dengan HIDUP kita masih d beri waktu dan kesempatan ntuk dapat menjalani taubat dan brbuat taat kpada Allah SWT. Dgn HIDUP brarti kita masih puny peluang ntuk mmperbaiki diri dan mengejar kebaikan yg sbanyak-banyakny.
Subhanallah.. !!
Saudara Ku coba bayangkan bila nikmat hidup itu telah terenggut, maka hilanglah semua yg kita miliki, maka sirnalah kesempatan ntuk kia melakukan taubat dan berbuat baik.. !!

Saudara ku, Jika d pagi hari ini km masih d brikan nikmat hidup, betapapun burukny kondisi ksehatan km, btapapun minimny hrta yg km puny, btapapun sengsarany kondisi kelurga km, maka km wajib brsyukur atas nikmat yg bsar trsebut. Krna itu artiny Allah SWT masih mengaruniakn nikmat trbesar kpada kn, yakni nikmat khidupan & ksempatan..

Saudara ku..
Jadiknlah nikmat hdup ni sbagai dasar utama ksyukuran kita, krna, jika nikmat hdup ni yg mnjadi ukuran ksyukuran kita maka akn trasa mudah ntuk brsyukur & mnsyukuri nikmat" Allah yg lainny. Jika nikmat hidup ni yg mnjadi standar kbahagian kita, maka akn terasa enteng bibir ntuk trsenyum, hati ntuk bahagia, dan pikiran ntuk trcerahkan.. !!

ASAL MULA PGSTd


ari catatan facebook GUS Ulil

Assalaamu 'Alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.


Bismillaahirrochmaanirrochim.
Dengan mengharap Rachmad Taufiq Serta Hidayah Allah SWT,Dan megharap Syafaat Nabiyulloh Muhammad SAW.
Pondok Pesantren Gaul “AT-TAUBAH“SOKO TUNGGAL
Di Dukuh Muara Sambutan Rt.24 Kelurahan Sungai Kapih Samarinda Ilir Kaltim.
Sebelum Pondok Pesantren Gaul “AT-TAUBAH” SOKO TUNGGAL di bangun di ke Lurahan Sungai Kapih,kami sudah mulai merintis di Sungai Kerbau Rt.22 Selili Samarinda Ilir,tepatnya di Musholla“At taubah” tempat beliau Ayahanda H.Haryono, yang kebetulan di daerah sekitar banyak anak-anak yang bergerombol-grombol,akan tetapi gerombolan itu bukan dalam rangka berDzikir atau mengaji,tapi bergerombolnya anak-anak bergerombol dalam rangka minum-minuman keras/Mabuk-mabukan,mengonsumsi Ganja,Narkoba,sambil bermain gitar dengan lagu yang sangat mengganggu linkungan,karena kebiasaan berlangsung setiap malam, dan kebetulan tempat mereka tongkrongan berdekatan dengan kamar yang kami tinggali,Jadiiii…. Timbullah pemikiran untuk mendekati mereka,setiap mereka mau ngumpul kami datangi,dan kami tawari kepada mereka,mas kalau mau minum-minum kopi atau merokok main-main aja ke tempatku,Ternyata mereka mau singgah kalaupun datang hanya minta rokok lantas kembali ke gerombolanya dan melanjutkan aktifitasnya,lama kelamaan diantara mereka datang dan mau duduk-duduk bahkan sampai pagi,tidak lama dalam setiap harinya mereka singgah ada yang sebagian menyatakan mau belajar Agama,dan akhirnya banyak yang bergabung,dan mulailah kami beri pelajaran tentang Sholat membaca Al Qur’an Dll,semakin banyaknya mereka Akhirnya supaya medah mengordinir,kami bentuklah Organisasi yang kami Namakan IRSAT (Ikatan Remaja Santri At Taubah).
Dengan terbentuknya IRSAT,maka kami membawa mereka Sowan kepada Beliau Khadrotussyech K.As’ad Rofiq (GUS ROFIQ) Pengasuh Pondok Pesantren “AL ADNAN” Tegal Rejo Mugi Rejo Samarinda Utara, Pada waktu itu santri yang ikut ± 26 Santri,dan Beliau GUS ROFIQ menyarankan agar kami mendirikan Pondok Pesantren,akan tetapi kami menjawab: Insya Allah kalau kami mendapat restu dari guru-guru kami yang di jawa,Sepulang dari Pesantren GUS ROFIQ,kami menghadap kepada Ayahanda H. Haryono,meminta izin untuk mendirikan Pondok Pesantren Di tempat Beliau,dan beliau menjawab:ya ndak apa kalau GUS ROFIQ menyuruh,tapi kami tidak langsung mau mendirikan,dan kami jawab seperti kami menjawab saat GUS ROFIQ menyarankan. Akhirnya pada pertengahan Bulan Dzul Hijjah 1427 H.kami berangkat ke jawa dengan mengikut sertakan empat santri yaitu.Andhika,Yudha,Junaidi dan Budi,maka kami menuju kediaman Guru guru kami,yang pertama kami Sowan ke dalem/kediaman KH.NUR HASYIM ABDURROHMAN, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Blora Jawa Tengah dan kami menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami,dan abah Hasyim (KH.NUR HASYIM ABDURROHMAN) menanyai santri kami,dan santri kami mejawab dengan apa adanya,menceritakan kebiasaanya sebelum nyantri,maka Abah Hasyim memberikan dua pilihan nama yaitu ATTAWWABIN / ATTAUBAH.selanjutnya kami Sowan Kepada beliau KH.JUNAIDI Pengasuh Pondok Pesantren “APIK” (Asrama Pelajar Islam Kauman) Kajen Margoyoso Pati, Jawa Tengah,Beliau Memberikan Nama ATTAUBAH.Selanjutnya Kami Sowan Ke KH.ALY FIKRI KHOLIL Pengasuh Pondok Pesantren “AL ISHLAH” Wadak Kidul Duduk Sampean Gresik Jawa Timur,dan Beliau Memberikan Tiga Pilihan Nama yaitu ATTAWWABIN,ATTTAUBAH dan AL ISHLAH,dengan pilihan pilihan Nama yang telah di berikan,maka Kami Ambil kesimpulan dengan Nama “AT-TAUBAH” yang kebetulan Langgar Yang kami tempati “AT-TAUBAH”
Dan akhirnya pada bulan R.Awwal tepatnya Tgl 31 Maret 2007 M. bertepatan tanggal 12 Robi’ul Awwal 1428 H. Bertepatan Ayahanda H.Haryono mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,Yg mengundang Beliau KH.Syakir Ridlo Pengasuh Pondok Pesantren “NUURURROHMAN” Sidoarjo Jawa Timur dan Kami Merawuhkan K.Achmad Rusydi Syahid Pengasuh Pondok Pesantren “NUURIL ANWAR SOKO TUNGGAL” Blora Jawa Tengah.
Dengan di resmikannya Pondok Pesantren saat itulah Beliau K,Achmad Rusydi Syahid Meresmikan dengan kata Gaul,akan tetapi Beliau tidak memberikan artian dari kata Gaul,karena menurut beliau dari kriteria Santri-Santri yang ada memang Gaul.
Karena kami takut dengan pergaulan anak-anak khususnya pada malam minggu,karena di sekitar pondok kalau malam minggu banyak yang masih mabuk-mabukkan,dari anak-anak sekitar yang sudah kerja pada datangan tetapi juga dari luar daerah sungai kerbau,maka kami adakan kegiatan acara Dzikir malam minggu/setiap tengah malam,dari jam 00 dini hari dengan membaca Sholawat Nariyah 4444x, berjalan kurang lebih dua bulan.maka kami rubah yang dulunya Nariyyahan dengan Dzikir yang di ijazahkan Oleh Abah Rusydi Dari KH.DR Nuril Arifin Husain MBA (Pimpinan Pon-Pes “ANNURIYYAH SOKO TUNGGAL Semarang) yaitu Sholat Hajad,ternyata dengan amalan Sholat Hajad itulah Semakin banyak jama’ah,bukan Cuma dari Santri tetapi juga dari luar daerah,Seperti Sambutan,palaran,lempake dan lain-lain.setelah Jama’ah Sholat Hajad berjalan ± 6 Bulan sampailah pada bulan Suci Romadlon, kegiatan Sholat Hajad tidak di liburkan pada bulan Romadlon,melainkan di adakan keliling rumah jama’ah,dan pada hari terakhir romadlon/hari raya Idul Fitri Jatuh pada Hari Sabtu,maka malam minggunya mulai kami liburkan dua malam minggu.
Setelah dua minggu libur,maka setelah libur di adakan pertemuan jama’ah di Rumah Bpk Kaneko di Jalan Biawan Sidomulyo Samarinda Ilir,teman-teman mengusulkan kalau Jama’ah bisa punya tempat Sendiri,dan akhirnya ada informasi kalau tanah almarhum dari Bpk Baidi Mau di jualnya,setelah Teman-teman sepakat hendak menawar itulah, kami dapat Informasi Bpk Ihsan/yg kita Kenal Bpk Rara Dan Mbah Syukir, kalau Ustadz Ghufron ada informasi kalau ada tanah yang di wakafkan namun tidak di bangun bangun,dan akan di tarik dan akan di Wakafkan kepada yang siap segera membangun.
Denngan Informasi itulah kami menemui Ustadz Ghufron dan informasi itu benar,maka kami secepatnya mengajak Ustadz Ghufron menemui yang punya tanah waqof yaitu Bpk Guru Darim Ahd.
Dan pada Hari Rabo Tgl 20 November 2007 kami menemui Bpk Guru Darim AHD, Tapi kami hanya ketemu Bpk Akmal putra Guru Darim.akhirnya kami (Ulil,Ghufron) Mlm Jum;atnya ketemu Bpk Guru Darim.dan beliau Mempercayakan untuk segera Kami Tindak Lanjuti.
Akhirnya pada Hari Jum’at setelah Sholat Jum’at Tannggal 23 November 2007, Kami membawa Guru Darim untuk merintis jalan setapak,pada waktu itu ada delapan orang yaitu (Guru Darim,A.Ulil Abshor Ms,Suyanto Spd,Baidi,Kaneko,Ihsan Spd/Bpk Rara/Try Hary P,Edy Sujarwo SI dan Gus Amin) dan setelah itu setiap hari Ahad di adakan gotong royong yaitu mulai Tnggal 25 –11-2007 dan seterusnya.
Dan pada hari Rabo Tanggal 22 Desember 2007 yang bertepatan malam Taqbiran, Hari Raya ‘Idul Adha mulai kami temmpati, dan dengan tempat yang belum ada lantai dengan beratap terpal membuat teman-teman semakin bekerja keras untuk membikin kamar,karena belum adanya kamar itulah istri dan anak kami belum kami ikut sertakan dalam pindahan itu.
Dan seminggu kemudian dengan kerja keras teman-teman di bikinlah kamar,yanng saat itu anak dan istri kami sudah ikut serta,maka denngan adannya anak istri kami yang menunggu pada malam itu maka teman-teman kerja lembur,akhhirnya ± jam 11 malam selesailah pembuatan kamar,dan pada malam itulah anak istri yang menunggu di hamparan karpet sambil /sampai tertidur dan langsung menempati kamar yang baru saja selesai, dan beberapa hari kemudian mulailah ada anak-anak kerja untuk proyek pembuatan jembatan yang panjangnya ± 200 meter,yang perlu di ingat pada saat kami pertama pindah bahkan sampai beberapa minggu belum ada WC/kamar mandi,jadi kalau kami hendak buang hajad harus masuk hutan dengan membawa cangkul untuk bikin lobang,dan bila mandi harus mandi dengan sekalian baju basahan,walau Wc dan kamar mandi belum ada tapi sumur sudah ada dari sebelum kami menempati,karena sebelum tanah Waqof ini sebelum kami terima sudah pernah di serahkan pada sebuah organisasi parpol poliitik,jadi tempat yang kami tempati pertama kali adalah rangka yang sudah ada dari penerima waqof sebelumnya,yaitu rangka dari kayu ulin yang berukuran 4x6 meter.
Jadi pertama kali bangunan yang pertama kali kami dirikan adalah Musholla yang berukuran 4x4 meter,saat itu sudah memasuki bulan Muharrom jadi kami hendak mengadakan muharroman sekaligus serah terima surat waqof,akhirnya kami hubungi beliau K.Achmad Rusydi Syahid yang kebetulan warga palaran mau menghadirklan beliau untuk memberikan ceramah Peringatan Tahun Baru Hijriyyahh 1429 Hijriyyah,dengan demikian untuk mempersiapkan acara serah terima surat tanah waqof maka kerja keras tidak dapat di hindari,dengan kerja selalu lembur untuk jalan masuk pondok dengan jembatan sungkainya, Wc dan Musholla,Akhirnya pada hari Kamis tanggal 17 januari 2008 datanglah beliau K.Achmad Rusydi Syahid beserta Ayahanda Muslimin tepat jam 00 dini hari,yang menyedihkan lagi memprihatinkan saat beliau datang wc belum ada dindingnya,baru pagi harinya di tutup dengan terpal,dan saat itu pula jembatan sungkai yang di prediksi jadi saat beliau datang ternyata tidak jadi,begitu pula Musholla juga belum ada dinding dan belum ada atapnya,padahal rencananya Musholla itu untuk di jadikan panggung pada malam acara itu,tetapi dengan demikian tetap acara yang sudah di rencanakan tetap kami adakan, akhirnya pada hari Jum’at malam sabtu, tanggal 19 januari 2008/bertepatan dengan tanggal 09 Muharrom 1429 H,/malam 10 muharrom,dan pada acara ttersebut Beliau K.Achmad Rusydi Syahid membawa titipan tambahan nama SOKO TUNGGAL untuk Pondok Pesantren Gaul “AT TAUBAH” dari Beliau KH,Dr Nuril Arifin Mba, Pengasuh Pondok Pesantren “ANNURIYAH SOKO TUNGGAL” Semarang Jawa Tengah.
Jadi mulai pada saat itu Hari jum’at tanggal 19 Januari 2008/tanggal 09 Muharrom 1429 H.,yang semula Cuma Pondok Pesantren Gaul “ ATTAUBAH” menjadi “PONDOK PESANTREN GAUL AT-TAUBAH SOKO TUNGGAL”
Al hamdulillah dengan di tambahnya nama Pesantren Gaul “SOKO TUNGGAL” yang kami singkat dengan PGST (Pesantren Gaul Soko Tunggal) lebih di kenal dan jama’ah Sholat Hajad/Mujahadah pada malam ahad semakin bertambah. Saat ini pesantren banyak santri yang kurang mampu & anak yatim.dan saat ini PGST menampung banyak pasien juga..yang di antaranya Setres/gangguan jiwa,karena Narkoba dll.yg lucu banyak anak yang setres tidak di urus keluarganya,.. munkin sahabat-sahabat yg ingin jadi donatur/orang tua asuh bisa menylurkan bantuan..untuk oprasional/pembangunanya bisa menyalurkan di Bank Mandiri No Rek 1480005538890

WASSALAAMU’ALAIKUM WR. WB.
SAMARINDA,FEBRUARI 2008 M-1429 H.
AL FAQIR ROHMATULLOH ACHMAD ULIL ABSHOR MUSLIM
(KHODIMUL MA’HAD “AT-TAUBAH SOKO TUNGGAL”)
SAMARINDA-KALIMANTAN TIMUR

Mohon Bantuan Do'a Dan Partisipasinya...
Sugeng dalu sedoyo ....

Isteri Solehah SENTIASA BERSYUKUR, TIDAK CEREWET atau MERUNGUT


Satu hari saya bertemu dengan seorang sahabat saya yang bernama Wardah. Dalam pertemuan itu, dia bertanya kepada saya, “Ain, apa tandanya isteri solehah?”
Saya menjawab, “Wardah, kau tentunya lebih ‘arif daripadaku untuk menjawabnya...”
Sebenarnya saya tahu tujuan pertanyaan Wardah bukanlah untuk menduga jawapan saya, sebaliknya untuk saling memperingatkan diri agar berhati-hati dan teliti dalam menyempurnakan tanggungjawab yang berat ini.

Saya ingin menyingkap kembali sejarah Nabi Ibrahim sewaktu baginda menziarahi menantunya. Pada waktu itu, puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah sedangkan isterinya belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim.

Apabila sampai di rumah anaknya itu, terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.

Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?
Menantu : Aku isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak
pernah senang dan lapang.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya.
Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan
supaya menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.

Setelah Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.

Nabi Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam
kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam
kepadamu serta meminta kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah.
Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.

Ismail pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahsia rumah tangga kepada orang luar.

Tidak lama selepas itu, Nabi Ismail berkahwin lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.

Nabi Ibrahim : Dimana suamimu?
Menantu : Dia tiada dirumah. Dia sedang memburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga?
Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera,
tiada apa yang kurang.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan
sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka
dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini,
Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah
berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampai- kan salamku
kepadanya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya
sebagai kiasan untuk mengekalkan isteri Nabi Ismail).

Apabila Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya sesiapa datang datang mencarinya.

Nabi Ismail : Ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya
sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada
apapun yang kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu
mengekalkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang
dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku
kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.

Bagaimana pandangan pembaca tentang petikan sejarah ini? Saya rasa sejarah ini sungguh menyentuh jiwa. Anda juga tentu merasai dan mengalami sendiri ujian hidup berumahtangga yang sentiasa perlukan kesabaran.

Berpandukan sejarah tersebut, saya tegaskan kepada diri sendiri bahawa isteri solehah itu sepatutnya ‘sabar di hati dan syukur pada wajah’. Daripada sini akan terpancar ketenangan setiap kali suami berhadapan dengan isteri salehah. Isteri salehah tidak cerewet dan tidak mudah merungut. Isteri salehah hendaklah sentiasa bersyukur dalam keadaan senang mahupun susah supaya Allah tambahkan lagi rahmat-Nya seperti firman-Nya yang bermaksud:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (Surah Ibrahim, ayat 7)

Untuk menambahkan kegigihan kita berusaha menjadi isteri salehah, ingatlah hadis Rasulullah yang bermaksud:

“Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian.”

(Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)
Begitulah, untuk menyediakan diri sebagai isteri salehah, hati kita hendaklah sentiasa dipenuhi dengan kasih sayang rabbani. Contoh teladan yang sepatutnya jadi rujukan kita ialah sejarah kehidupan nabi serta orang saleh.

Isteri Solehah SENTIASA BERSYUKUR, TIDAK CEREWET atau MERUNGUT

Hukum berhijab (berjilbab)


Ketahuilah wahai para wanita muslimah, bahwa yang mem-bedakan antara manusia dengan hewan adalah faktor pakaian dan alat-alat perhiasan. Allah berfirman:
Artinya : ‘Hai anak Adam, Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa itulah yang paling baik.’ [Qs. al-A'raaf 26]
Pakaian dan perhiasan itu adalah dua aspek kemajuan dan per-adaban. Meninggalkan keduanya berarti kembali kepada kehidupan primitif yang mendekati kepada kehidupan hewani. Sedang hak milik wanita yang paling utama adalah kemuliaan, rasa malu, dan kehormatan diri. [Lihat Fiqhus Sunnah 2/209 oleh Sayyid Sabiq].
Pakaian dalam Islam bukanlah hanya sekedar hiasan yang menempel di tubuh, tetapi pakaian yang menutup aurat. Dengannya Islam mewajibkan setiap wanita dan pria menutupi anggota tubuhnya yang menarik perhatian lawan jenisnya.
Masalah berhijab (yaitu berbusana muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga telapak kaki) bagi wanita muslimah bukanlah masalah sepele lagi sederhana sebagaimana yang banyak disangkakan oleh masyarakat awam, melainkan masalah besar dan substansial dalam agama ini.
Ber-hijab (berjilbab) bukanlah sisa peninggalan adat atau kebiasaan wanita Arab, sehingga wanita non-Arab (wanita Indonesia) tidak perlu menirunya, begitu juga ia bukanlah masalah khilafiah, diperselisihkan ada tidaknya berhijab itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakannya atau tidak, tetapi hijab adalah suatu hukum yang tegas dan pasti yang seluruh wanita muslimah diwajibkan oleh Allah untuk mengenakannya.
Allah berfirman :
Artinya : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ [Qs. al-Ahzab : 59].
Allah berfirman :
Artinya: ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [Qs. an-Nûr : 31].
Dua ayat di atas telah memberikan batasan yang jelas tentang pakaian yang harus dikenakan
oleh wanita muslimah, yaitu wajib menutup seluruh tubuhnya kecuali apa yang dikecuali oleh syariat (yang dimaksud dalam hal ini adalah wajah dan dua telapak tangan dan ini diperselisihkan oleh ulama). Ketetapan syari’at ini tidak lain adalah untuk melindungi, menjaga, serta membentengi wanita dari laki-laki yang bukan mahramnya.
BERHIJAB ADALAH IBADAH
Ber-hijab adalah ibadah, dengan ber-hijab berarti sang wanita telah telah melaksanakan perintah Allah. Melaksanakan perintah ber-hijab sama dengan melaksanakan perintah shalat dan puasa.
Barangsiapa yang mengingkari kewajiban ber-hijab dengan secara menentang berarti mengkufuri perintah Allah yang dapat dikategorikan sebagai murtad dari Islam. Tetapi jika ia tidak ber-hijab lantaran semata-mata mengikuti situasi masyarakat yang telah rusak – dengan tetap yakin akan wajibnya – maka ia dianggap sebagai wanita yang mendurhakai dan menyalahi perintah Allah yang telah berfirman dalam al-Qur’an :
Artinya : ‘…. dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu …’ [Qs. al-Ahzab : 33].
BELUM MANTAP BERHIJAB
Karena ber-hijab adalah kewajiban dari Allah, maka tidak dibenarkan seorang wanita muslimah menyatakan dirinya tidak mantap atau belum siap ber-hijab. Karena sikap ini berarti mengambil sebagian perintah Allah dan mencampakkan yang lainnya. Padahal Allah berfirman :
Artinya : ‘Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata [Qs.Al-Ahzab: 36]
KESIMPULAN
1. Ber-hijab (berjilbab) itu wajib bagi seluruh wanita muslimah.
2. Ber-hijab yang memenuhi syarat adalah apabila hijab tersebut menutupi seluruh tubuh melainkan kecuali apa yang dikecuali oleh syariat (dan akan datang penjelasan secara lengkap tentang busana muslimah yang sesuai dengan agama).


Filed under: Fiqih Tagged: | Ahwat, Edisi 095, Hijab, Jilbab